Musyafak juga menilai pengalaman Kiai Zakki sebagai pengasuh pesantren, pengusaha, sekaligus akademisi menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Pemprov Jatim, DPRD Jatim, pesantren, dan pelaku UMKM dapat terus dikembangkan. Terlebih, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional sekaligus daerah dengan basis UMKM yang kuat.
“Insyaallah akan ada sinergi antara Pemprov Jatim, DPRD Jatim, Ponpes Mukmin Mandiri, dan usaha-usaha UMKM yang ada. Mudah-mudahan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat kita,” kata Musyafak.
Sementara itu, Pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ali Maschan Moesa turut mengapresiasi perjalanan akademik dan kiprah Kiai Zakki. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi awal kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan pendidikan pesantren.
“Semangat dan inovasinya luar biasa. Sejak dulu, ketika masih di IAIN, baik di Senat Mahasiswa maupun PMII, semangatnya sudah terlihat. Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi profesor,” pungkasnya. (ivan)