Guru Besar Kiai Zakki Dorong Pesantren Jadi Pusat Penggerak Ekonomi Umat

bumi pesantren | 03 November 2026 19:10

Guru Besar Kiai Zakki Dorong Pesantren Jadi Pusat Penggerak Ekonomi Umat
KH Muhammad Zakki Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo. (dok suarasurabaya)

SIDOARJO, PustakaJC.co – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mukmin Mandiri Sidoarjo, KH Muhammad Zakki, mendorong penguatan ekonomi umat melalui pengembangan ekosistem usaha berbasis pesantren. Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas kemandirian ekonomi santri sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

 

Sejumlah inisiatif disiapkan, mulai dari investasi emas, usaha komoditas perhiasan emas, hingga pengembangan barista kopi santri di Jawa Timur. Dilansir dari suarasurabaya.net, Selasa, (3/11/2026).

 

KH Muhammad Zakki mengatakan, pesantren memiliki potensi besar untuk berperan lebih luas, tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“Jika dulu pesantren mencetak santri yang alim, maka hari ini pesantren harus mencetak santripreneur yang alim dan mandiri secara ekonomi. Tidak hanya tafaqquh fi diin (memahami agama), tetapi juga tafaqquh fi tijaarah (memahami dagang),” ujar Kiai Zakki, Selasa, (3/11/2026).

 

 

 

Menurut dia, pengembangan ekonomi pesantren perlu dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Ponpes Mukmin Mandiri, misalnya, berencana menjalin kerja sama dengan Pegadaian di Jawa Timur untuk membuka peluang usaha baru dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif.

 

Program pemberdayaan tersebut tidak hanya menyasar santri dan lingkungan pesantren, tetapi juga jemaah serta komunitas masyarakat.

 

Sejumlah komunitas yang dilibatkan antara lain jemaah Ngaji Sugi, Mukmin Mandiri, Masjid Al-Furqon, dan Takmirul Muslimin. Melalui jejaring tersebut, Kiai Zakki berharap masyarakat yang belum memiliki usaha dapat mulai merintis, sedangkan pelaku usaha yang sudah berkembang bisa memperluas skala bisnisnya.

 

“Semoga anak-anak kita semakin tumbuh. Yang belum punya usaha bisa memulai usaha, sedangkan yang sudah berkembang bisa semakin besar,” katanya.

 

 

 

 

Mantan Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur itu menilai, kemandirian ekonomi masyarakat perlu ditopang dengan akses terhadap peluang usaha, pendampingan, dan kolaborasi lintas komunitas.

 

Penguatan gagasan tersebut juga sejalan dengan orasi ilmiah Kiai Zakki saat dikukuhkan sebagai guru besar di Universiti Geomatika Malaysia, Melaka, Malaysia. Orasi tersebut mengangkat tema “Ekosistem Usaha Pesantren Entrepreneur: Transformasi Pesantren dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Motor Penggerak dan Pusat Ekonomi Umat”.

 

Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf mengapresiasi pencapaian akademik Kiai Zakki. Ia berharap gelar guru besar tersebut dapat diikuti dengan kontribusi yang semakin luas bagi masyarakat.

 

“Semoga ilmu dan gelar ini bermanfaat fid-dunya wal-akhirah. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesamanya,” ujarnya.

 

 

 

Musyafak juga menilai pengalaman Kiai Zakki sebagai pengasuh pesantren, pengusaha, sekaligus akademisi menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi pemberdayaan masyarakat.

 

Ia berharap sinergi antara Pemprov Jatim, DPRD Jatim, pesantren, dan pelaku UMKM dapat terus dikembangkan. Terlebih, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional sekaligus daerah dengan basis UMKM yang kuat.

 

“Insyaallah akan ada sinergi antara Pemprov Jatim, DPRD Jatim, Ponpes Mukmin Mandiri, dan usaha-usaha UMKM yang ada. Mudah-mudahan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat kita,” kata Musyafak.

 

Sementara itu, Pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ali Maschan Moesa turut mengapresiasi perjalanan akademik dan kiprah Kiai Zakki. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi awal kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan pendidikan pesantren.

 

“Semangat dan inovasinya luar biasa. Sejak dulu, ketika masih di IAIN, baik di Senat Mahasiswa maupun PMII, semangatnya sudah terlihat. Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi profesor,” pungkasnya. (ivan)