PANTURA, PustakaJC.co - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur berjalan sejak hari pertama 2026. Sejumlah petani di berbagai daerah tercatat langsung melakukan penebusan hanya beberapa menit setelah pergantian tahun, Kamis, (1/1/2026).
General Manager (GM) 3 PT Pupuk Indonesia (Persero), Taufiek, menyebut penebusan pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026 terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Bangkalan, Bondowoso, dan Jember. Kondisi ini menegaskan kesiapan distribusi pupuk untuk mendukung kebutuhan petani sejak awal tahun. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (3/1/2025).
“Alhamdulillah, proses penebusan berjalan lancar tanpa kendala. Petani bahkan sudah bisa langsung melakukan pemupukan pada siang harinya,” ujar Taufiek.
Ia menjelaskan, mekanisme penebusan pupuk bersubsidi kini semakin mudah. Petani yang telah terdaftar cukup membawa KTP ke kios resmi. Penebusan dilakukan sesuai alokasi dengan harga eceran tertinggi (HET) terbaru yang telah diturunkan pemerintah hingga 20 persen.
Pada 2026, pemerintah kembali mengalokasikan pupuk bersubsidi sektor pertanian sebesar 9,55 juta ton, sama seperti tahun sebelumnya. Selain itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan mencapai 295.676 ton.
Penebusan pupuk bersubsidi sektor pertanian hanya diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dalam e-RDKK Kementerian Pertanian, sedangkan pembudidaya ikan wajib terdaftar dalam e-RPSP Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kami menyambut baik penebusan pupuk sejak awal tahun. Ini bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” tegas Taufiek.
Di Bondowoso, petani Ahmad Bakar dari Kecamatan Tamanan menebus pupuk urea bersubsidi tepat pukul 00.01 WIB di Kios Putra Tunggal. Ia mengaku proses penebusan sangat mudah melalui sistem iPubers.
“Saya hanya membawa KTP dan langsung bisa menebus pupuk sesuai alokasi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Suhaeri, petani asal Kecamatan Puger, Jember, yang menebus pupuk urea dan NPK Phonska di Kios UD Aneka pada waktu yang sama. Menurutnya, proses penebusan berlangsung cepat dan lancar.
Sementara di Bangkalan, Pulau Madura, penebusan pupuk bersubsidi juga dilakukan sejak dini hari. Moh Amin menebus pupuk urea 50 kilogram seharga Rp90 ribu pada pukul 00.10 WIB, disusul Moh Khotib dan M Slamet Riadi yang menebus pupuk NPK Phonska dan urea bersubsidi.
“Siang ini kami langsung memupuk padi periode kedua. Pupuk sudah bisa ditebus sejak awal tahun, jadi kami lebih tenang,” ujar Slamet Riadi. (ivan)