SURABAYA, PustakaJC.co – Ketegangan geopolitik global yang terus memanas mulai berdampak pada sektor energi dunia, termasuk Indonesia. Kondisi ini mendorong PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat sistem pembangkitan sekaligus mempercepat transisi energi demi menjaga pasokan listrik nasional tetap aman dan stabil.
Langkah tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Indonesia Energy Outlook in the Midst of Global Political Dynamics” yang digelar Listrik Indonesia Forum di Jakarta, akhir pekan lalu. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (16/4/2026).
Sebagai subholding pembangkitan, PLN NP saat ini mengelola kapasitas mencapai 18,3 gigawatt (GW) dengan tingkat kesiapan operasional tinggi. Seluruh unit pembangkit dipastikan dalam kondisi optimal untuk menopang kebutuhan listrik nasional, termasuk kawasan industri strategis yang membutuhkan suplai tanpa gangguan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa dinamika global justru menjadi momentum percepatan transformasi sektor energi.
“Situasi global saat ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tidak bisa ditunda. PLN Nusantara Power terus memperkuat keandalan pembangkit melalui digitalisasi dan efisiensi, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih,” ujarnya, Rabu, (15/4/2026).
Dalam jangka pendek, PLN NP masih mengandalkan energi domestik seperti batu bara dan gas sebagai tulang punggung pembangkitan. Strategi ini dinilai efektif untuk meredam dampak volatilitas energi global sekaligus menjaga kemandirian energi nasional.
Di sisi lain, efisiensi terus digenjot melalui pengendalian Specific Fuel Consumption (SFC) serta optimalisasi performa pembangkit. Upaya ini berkontribusi langsung terhadap stabilitas biaya pokok penyediaan listrik.
Transformasi digital juga menjadi kunci. PLN NP mengimplementasikan smart power plant, predictive maintenance, serta pemantauan real-time melalui Nusantara Control Center (NuCC) guna meningkatkan keandalan sistem dan mempercepat respons terhadap potensi gangguan.
Tak hanya itu, progres transisi energi juga mulai terlihat. PLN NP telah menerapkan program co-firingbiomassa di 25 unit PLTU sebagai langkah konkret menekan emisi sekaligus menjadi jembatan menuju pemanfaatan energi baru terbarukan secara penuh. (ivan)