Jangan Dianggap Flu Biasa, Batuk Lebih dari Dua Pekan Bisa Jadi Gejala TBC

komunitas | 29 Juni 2026 10:15

Jangan Dianggap Flu Biasa, Batuk Lebih dari Dua Pekan Bisa Jadi Gejala TBC
Dok rdrbojonegoro

SURABAYA, PustakaJC.co – Batuk yang tak kunjung sembuh sering kali dianggap sebagai gejala flu biasa. Padahal, jika berlangsung lebih dari dua minggu, kondisi tersebut bisa menjadi tanda tuberkulosis (TBC), penyakit menular yang hingga kini masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia.

 

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan beban kasus TBC di Indonesia masih sangat tinggi. Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan, setiap menit dua orang terinfeksi TBC dan setiap empat menit satu orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

 

Dari estimasi 1,09 juta kasus TBC di Indonesia, baru sekitar 867 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan mendapatkan pengobatan. Artinya, masih terdapat hampir 300 ribu penderita yang belum terdeteksi sehingga berpotensi terus menularkan penyakit kepada orang lain.

 

"TBC masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan," ujar Benjamin.

 

 

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun dalam kondisi tertentu juga dapat menginfeksi tulang, ginjal hingga otak.

 

Salah satu gejala utama TBC adalah batuk berkepanjangan. Berbeda dengan batuk akibat influenza yang umumnya membaik dalam beberapa hari, batuk karena TBC dapat berlangsung lebih dari dua minggu dan biasanya disertai dahak.

 

Dokter Henry Diatmo dari Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menjelaskan, batuk terus-menerus selama hampir dua minggu yang disertai dahak merupakan salah satu ciri khas TBC sehingga masyarakat tidak boleh menyepelekannya.

 

Selain batuk, penderita TBC aktif juga dapat mengalami nyeri dada, batuk berdarah, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, nafsu makan menurun, tubuh mudah lelah, demam, menggigil, hingga berkeringat pada malam hari.

 

 

Sementara itu, influenza umumnya disebabkan oleh virus dan lebih sering disertai gejala seperti demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, nyeri otot, sakit kepala, serta menggigil. Batuk akibat flu biasanya akan membaik dalam hitungan hari seiring proses penyembuhan infeksi virus.

 

Meski sama-sama menular melalui percikan droplet saat batuk atau bersin, penularan TBC lebih sering terjadi pada orang yang tinggal serumah atau melakukan kontak erat dalam waktu lama dengan penderita TBC aktif.

 

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu, terlebih jika disertai batuk darah, berat badan menurun, atau keringat malam. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah penularan sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan penderita TBC.

(int)