Selain penyaluran kredit, penggunaan fasilitas Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan juga terus meningkat. Hingga Mei 2026, baki debet kredit BNPL mencapai Rp30,1 triliun atau tumbuh 37,72 persen secara tahunan, dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,49 persen yoy menjadi Rp10.294 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan giro sebesar 20,53 persen, deposito 10,17 persen, dan tabungan 10,21 persen.
Likuiditas industri perbankan juga tetap berada pada level yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 108,20 persen dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74 persen. Kedua rasio tersebut masih jauh di atas ambang batas minimum masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 186,54 persen.
Kualitas aset perbankan pun tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross berada di level 2,17 persen dan NPL net sebesar 0,84 persen. Sementara indikator Loan at Risk(LaR) turun menjadi 8,72 persen dari 8,82 persen pada bulan sebelumnya, menunjukkan perbaikan profil risiko kredit.