Sinergi Bank Jatim dan KUB Perkuat Fondasi Perbankan Daerah

komunitas | 03 Agustus 2026 07:19

Sinergi Bank Jatim dan KUB Perkuat Fondasi Perbankan Daerah
ILUSTRASI. Gedung Bank Jatim di Surabaya, Jawa Timur. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menegaskan sinergi strategis bersama Kelompok Usaha Bank (KUB) menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi perbankan daerah agar semakin efisien, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan industri keuangan yang terus berkembang.

 

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan kolaborasi dalam KUB tidak hanya berfokus pada pemenuhan ketentuan regulator, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru dan meningkatkan daya saing Bank Pembangunan Daerah (BPD). Dilansir dari antaranews.com, Senin, (3/8/2026).

 

“Sinergi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama,” ujar Winardi di Surabaya, Sabtu (1/8).

 

 

Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Bersama lima BPD tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

 

Dengan Bank NTB Syariah, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi. Sementara itu, kerja sama dengan Bank NTT terus menunjukkan perkembangan positif melalui pemanfaatan layanan jasa kustodian dan remitansi.

 

Selanjutnya, bersama Bank Banten, Bank Jatim telah melakukan penyelarasan ketentuan joint financingguna mendukung implementasi pembiayaan bersama yang lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun dengan Bank Sultra, sinergi diarahkan pada pengembangan layanan prioritas yang saat ini masih berada pada tahap pemenuhan dokumen perizinan kepada regulator sebagai bagian dari persiapan implementasi layanan tersebut.

 

Berbagai bentuk kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa KUB tidak hanya menjadi wadah pemenuhan ketentuan regulator, tetapi juga mampu menghadirkan sinergi bisnis yang memberikan dampak positif terhadap penguatan fundamental seluruh anggota.

 

Implementasi sinergi yang terus berjalan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang Semester I Tahun 2026.

 

 

Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp162,05 triliun atau meningkat 37,16 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp118,15 triliun.

 

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Jatim juga mencatat pertumbuhan sebesar 41,68 persen YoY, dari Rp78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp111,28 triliun pada Semester I 2026.

 

Selain itu, laba bersih konsolidasi Bank Jatim selama enam bulan pertama 2026 berhasil tumbuh 53,49 persen secara tahunan, dari Rp811 miliar menjadi sekitar Rp1,2 triliun.

 

Pertumbuhan aset, kredit, dan laba tersebut mencerminkan efektivitas strategi kolaborasi yang dijalankan Bank Jatim bersama anggota KUB. Perseroan optimistis sinergi yang terus diperkuat akan mendukung terciptanya ekosistem perbankan daerah yang semakin tangguh, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. (ivan)