Stok Sapi Menipis, Harga Daging di Malang Tembus Rp140 Ribu

komunitas | 01 September 2026 19:12

Stok Sapi Menipis, Harga Daging di Malang Tembus Rp140 Ribu
Penjual daging sapi di Pasar Kepanjen, Komariyah, sedang melayani pembelian. (dok tribun)

MALANG, PustakaJC.co – Harga daging sapi di sejumlah pasar Kabupaten Malang mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh terbatasnya stok sapi siap potong di tingkat peternak, Selasa, (1/9/2026).

 

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang mencatat harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Angka tersebut naik dibandingkan harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Dilansir dari tribunnews.com, Selasa, (1/9/2026).

 

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nur Zulaikha, mengatakan kenaikan harga telah berlangsung sejak tiga bulan terakhir, tepatnya setelah pelaksanaan Iduladha 2026.

 

“Setelah Iduladha, populasi sapi jantan berkurang akibat pemotongan hewan kurban,” kata Nur.

 

 

Selain berkurangnya sapi jantan, banyak sapi betina produktif yang dijual dan dikirim ke luar Kabupaten Malang. Peternak memilih menjual ternaknya karena mendapat tawaran harga yang lebih tinggi.

 

Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan sapi untuk memenuhi kebutuhan rumah potong dan pasar di wilayah Malang.

 

Berdasarkan pemantauan rutin di lima titik pasar utama yang mewakili berbagai wilayah Kabupaten Malang, harga daging sapi saat ini rata-rata berada pada kisaran Rp135.000 sampai Rp140.000 per kilogram.

 

Harga tertinggi terutama ditemukan di wilayah perbatasan antara Kabupaten dan Kota Malang, seperti Kecamatan Karangploso dan Pakis.

 

Di sisi lain, sentra peternakan sapi potong di wilayah Malang Selatan juga menghadapi persoalan ketersediaan pakan. Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Kalipare, Donomulyo, Gedangan, dan Sumbermanjing Wetan saat ini mengalami kekeringan.

 

Kondisi tersebut membuat ketersediaan air dan rumput segar untuk ternak menipis. Cadangan pakan seperti jerami juga mulai berkurang.

 

“Stok sapi terbatas, akibatnya harga berat sapi hidup naik dari Rp47.000 hingga Rp48.000 per kilogram, kini melesat hingga Rp55.000 sampai Rp57.000 per kilogram,” ujarnya.

 

 

Dengan demikian, harga sapi hidup mengalami kenaikan sekitar Rp10.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya.

 

Nur memperkirakan harga daging sapi masih sulit turun dalam waktu dekat. Harga diprediksi bertahan di level saat ini selama ketersediaan sapi siap potong di tingkat peternak masih terbatas.

 

Meski harga mengalami kenaikan, pemerintah memastikan pasokan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Malang hingga Kota Malang masih relatif aman.

 

Hingga saat ini, kondisi tersebut belum sampai menyebabkan kelangkaan daging sapi di pasar.

 

Adapun populasi sapi potong dan sapi perah di Kabupaten Malang tercatat sebanyak 167.149 ekor.

 

Sementara itu, produksi daging sapi pada triwulan kedua tercatat mencapai 1.506.702 kilogram. (ivan)