SURABAYA, PustakaJC.co – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur terus memperkuat program ketahanan pangan dengan mengembangkan benih unggul. Salah satunya benih jagung yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur HM Arum Sabil mengatakan, program ketahanan pangan yang dijalankan anggota Pramuka kini tidak hanya berfokus pada produksi dan konsumsi pangan. Pengembangan benih unggul mulai dilakukan untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan. Dilansir dari antaranrws.com, Kamis, (3/8/2026).
“Ya, kita sudah bukan hanya menghasilkan pangan untuk diproduksi dan dikonsumsi, tapi juga kita sudah membuat benih-benih unggul,” kata Arum saat Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu, (2/9/2026) malam.
Salah satu benih unggul yang dikembangkan Kwarda Pramuka Jatim yakni benih jagung dengan label KIP, yang merupakan singkatan dari Kolaborasi Inovasi Polri.
Pengembangan benih tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas program ketahanan pangan yang telah dilaksanakan anggota Pramuka secara serentak di berbagai daerah di Jawa Timur.
Arum menjelaskan, Kwarda Pramuka Jatim terus mendorong agar kegiatan ketahanan pangan tidak berhenti pada hasil produksi. Kolaborasi dan inovasi di bidang pertanian juga terus dikembangkan untuk menghasilkan sumber produksi pangan yang berkelanjutan.
“Kwarda Pramuka Jatim terus mendorong agar program ketahanan pangan dapat berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam pengembangan inovasi dan hasil pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Pramuka Jatim Arumi Bachin mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.
Menurut Arumi, program tersebut sebenarnya telah berjalan cukup lama dan menjadi bagian dari kegiatan Pramuka di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain ketahanan pangan, kegiatan sosial seperti program bedah rumah juga terus dilaksanakan.
“Sudah berjalan, sebetulnya sudah lama, cukup lama untuk program bedah rumahnya dan ditambah dengan ketahanan pangan yang luar biasa, serentak yang ada di Jawa Timur,” kata Arumi.
Pelaksanaan program secara serentak tersebut mendapat respons positif dari anggota Pramuka di berbagai daerah. Antusiasme tersebut, kata Arumi, terlihat dari keterlibatan berbagai lapisan Pramuka dalam menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita melihat antusias dari seluruh lapisan Pramuka yang ada di Jawa Timur begitu luar biasa,” ujarnya.
Arumi menambahkan, sejumlah anggota dan satuan Pramuka juga memperoleh apresiasi atas berbagai program yang telah dijalankan. Penghargaan diberikan melalui sejumlah tahapan sebagai bentuk penghormatan terhadap konsistensi anggota dalam melaksanakan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Keterlibatan Pramuka dalam program ketahanan pangan sekaligus menunjukkan bahwa organisasi kepanduan tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan pertanian, pengembangan benih, dan program sosial, Pramuka juga mengambil peran dalam menjawab kebutuhan masyarakat. (ivan)