Era AI Mengubah Marketing, Emil Dardak Tekankan Adaptasi

komunitas | 03 September 2026 18:48

Era AI Mengubah Marketing, Emil Dardak Tekankan Adaptasi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berfoto bersama para penerima penghargaan dalam agenda Corporate Day Surabaya Marketing Festival (SMF) 2026 di Surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong pelaku pemasaran dan dunia usaha untuk beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin memengaruhi persaingan bisnis.

 

Pesan tersebut disampaikan Emil saat menghadiri Surabaya Marketing Festival (SMF) 2026 dalam agenda Corporate Day di Surabaya, Kamis, (3/9/2026).

 

Menurut Emil, perkembangan teknologi membuat dunia marketing tidak bisa lagi hanya mengandalkan strategi konvensional. AI dinilai dapat dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan konsumen, membaca perubahan tren, mengolah data, hingga menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

 

“Di era AI seperti sekarang, dunia marketing tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan konsumen, membaca tren, mengolah data, dan menghasilkan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran,” ujar Emil, dikutip dari kominfojatim.go.id, Kamis, (3/8/2026).

 

 

SMF 2026 berlangsung pada 2–6 September 2026 dengan mengusung tema “Winning the Competition in the Age of AI”. Festival yang digelar MCorp tersebut mempertemukan pelaku bisnis, praktisi pemasaran, profesional, pemerintah, akademisi, hingga generasi muda untuk membahas perkembangan pemasaran dan bisnis di tengah transformasi teknologi.

 

Dalam agenda Corporate Day, Emil juga memberikan penghargaan kepada perusahaan dan pemasar berprestasi di Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai mampu menghadirkan inovasi serta memberikan dampak positif bagi dunia usaha.

 

Emil mengatakan, perkembangan AI telah mengubah cara perusahaan berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen. Karena itu, AI tidak seharusnya hanya dipandang sebagai teknologi baru, tetapi juga sebagai instrumen yang dapat membantu proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas strategi pemasaran.

 

Namun, pemanfaatan AI menurut Emil tetap harus diimbangi dengan kreativitas dan kemampuan manusia. Teknologi dapat membantu mengolah data serta memberikan berbagai alternatif strategi, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan, pengalaman, dan pemahaman terhadap karakter konsumen.

 

“AI memberikan banyak kemudahan, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun kepercayaan dan hubungan dengan konsumen. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan bersama kreativitas dan inovasi,” katanya.

 

 

SMF Bahas Transformasi Bisnis

 

Surabaya Marketing Festival 2026 tidak hanya membahas strategi pemasaran korporasi. Rangkaian kegiatan festival dikemas melalui sejumlah agenda, di antaranya Campus Day, Corporate Day, Knowledge Day, City Day, dan Sport Day.

 

Pada Campus Day, mahasiswa dan talenta muda mendapatkan wawasan mengenai perkembangan dunia digital serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja di masa depan. Agenda tersebut juga menghadirkan Maxwell Salvador, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang dikenal melalui ajang Clash of Champions.

 

Sementara itu, Knowledge Day memberikan ruang pembelajaran mengenai kepemimpinan di era AI. Salah satu konsep yang dibahas adalah Augmented Leadership, yakni pendekatan yang memadukan kemampuan kepemimpinan manusia dengan kapabilitas teknologi AI untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah.

 

Adapun City Day mengangkat isu inovasi pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, serta penguatan daya saing daerah melalui pemanfaatan teknologi.

 

Rangkaian festival kemudian ditutup melalui Sport Day dengan berbagai kegiatan olahraga komunitas, seperti padel dan basket korporasi. Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan membangun relasi antarpelaku usaha.

 

Bagi Jawa Timur, transformasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat daya saing daerah. Penguasaan teknologi, termasuk AI, diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk semakin inovatif, memperluas pasar, serta merespons perubahan kebutuhan konsumen dengan lebih cepat.

 

Melalui Surabaya Marketing Festival 2026, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, praktisi pemasaran, dan generasi muda diharapkan semakin kuat dalam membangun ekosistem bisnis yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tanpa mengesampingkan kreativitas dan kemampuan manusia. (ivan)