Ia menyoroti seriusnya dampak tuduhan yang mengaitkan seseorang dengan dugaan aliran uang hasil korupsi. Menurutnya, tuduhan semacam itu bukan sekadar persoalan adu opini, melainkan tindakan yang merusak reputasi, menghancurkan kredibilitas, meruntuhkan kepercayaan publik, serta memunculkan stigma hukum secara sepihak.
Terlebih lagi, narasi tersebut disebarkan melalui ruang digital yang memiliki daya jangkau luas dan jejak permanen. Kerugian yang ditimbulkan, kata Gus Ipul, tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi berpotensi membebani pihak yang dituduh dalam jangka panjang.
Meskipun klarifikasi publik telah dilakukan untuk mencegah bias persepsi di masyarakat, Gus Ipul menekankan bahwa langkah tersebut belum cukup. Tuduhan berskala serius harus direspon dengan tindakan hukum yang setimpal.
“Kalau tuduhannya serius, maka jawabannya juga harus serius. Bawa ke jalur hukum. Pihak yang menuduh harus diminta membuktikan seluruh tuduhannya di ruang pembuktian yang sah,” ujarnya.