Menurutnya, produktivitas pertanian di Pulau Bawean terus menunjukkan tren positif dan mendukung target swasembada pangan. Hal ini juga diperkuat dengan keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat, yang telah memiliki beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bawean.
“Hasil panen petani tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga bisa disuplai ke dapur MBG. Jadi tidak perlu mendatangkan beras dari luar Bawean,” ujarnya.
Data UPT Dinas Pertanian Wilayah Bawean mencatat, sepanjang 2025 Kecamatan Tambak dengan 13 desa menghasilkan total 11.843 ton gabah atau setara 7.106 ton beras. Dengan jumlah penduduk 30.555 jiwa dan kebutuhan beras 2.416 ton per tahun, wilayah ini mengalami surplus produksi.
Sementara itu, Kecamatan Sangkapura yang memiliki 17 desa mencatat produksi gabah 15.836 ton atau setara 9.502 ton beras. Dengan kebutuhan beras tahunan sebesar 4.243 ton dari total penduduk 53.663 jiwa, wilayah ini juga berada dalam kondisi surplus. (ivan)