GRESIK, PustakaJC.co - Gresik, Upaya menjadi kota bebas emisi gas rumah kaca tengah digencarkan di Gresik, sebagai langkah menekan polusi dari sektor industri dan transportasi.
Dosen Universitas Sunan Gresik, Nur Islakhun Nisa, menyatakan, “Gresik Zero Emission bukan sekadar jargon, tetapi agenda jangka panjang melalui regulasi industri, pengelolaan limbah, transisi energi bersih, dan transportasi ramah lingkungan.” Dilansir dari jawapos.com, Senin, (12/1/2026).
Pegiat Lingkungan Gresik, Azhar Romadlon, menambahkan, pencapaian target ini hanya mungkin jika pemerintah, industri, dan masyarakat bekerja sama.
“Tanpa kolaborasi, dampak polusi akan terus dirasakan warga. Energi terbarukan dan efisiensi energi harus diutamakan,” ujar Azhar.
Sementara, Anggota DPRD Gresik, Yuyun Wahyudi, menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap korporasi perusak lingkungan.
“Industri berat seperti semen dan petrokimia terus mencemari udara dan menebar limbah berbahaya. Restorasi dan pengawasan bukan pilihan, tetapi keharusan,” kata Yuyun.
Gresik menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca 50 persen pada 2030 dan zero emission pada 2050. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur energi terbarukan dan tingginya kebutuhan investasi. (ivan)