SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya memastikan proyek pembangunan flyover di kawasan Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani–Jemur Gayungan, segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek strategis yang didanai penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini ditargetkan rampung pada awal 2027 sebagai solusi permanen kemacetan Surabaya Selatan.
Sejumlah rumah warga di Kampung Taman Pelangi, RT 01/RW 03, yang sebelumnya berdiri di tengah kepadatan lalu lintas Jalan Ahmad Yani, kini telah dibongkar. Penertiban tersebut menandai dimulainya pembangunan jalan layang yang akan mengubah pola lalu lintas di salah satu simpul terpadat Kota Pahlawan. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (29/1/2026).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, pilihan flyover merupakan rekomendasi langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Alternatif underpass dinilai berisiko karena keberadaan pipa gas dan infrastruktur bawah tanah lainnya di lokasi tersebut.
“Kalau underpass, di sana banyak pipa, terutama gas, itu membahayakan. Selain itu, harus memindahkan aliran sungai terlebih dahulu. Maka diputuskan flyover,” kata Eri, Rabu, (28/1/2026).
Flyover Taman Pelangi akan dibangun dengan konsep continuous flow, tanpa lampu lalu lintas. Pola ini memungkinkan kendaraan melaju terus dari arah Ahmad Yani menuju Jemur Gayungan maupun sebaliknya, tanpa berhenti di persimpangan.
Konsep tersebut, lanjut Eri, mengadopsi model Flyover Aloha di Sidoarjo yang terbukti efektif mengurai kemacetan.
“Tidak ada lampu merah. Arus dari Ahmad Yani langsung naik dan turun ke arah Jemur. Perputaran ada di atas, sehingga antrean bisa ditekan,” ujarnya.
Bundaran Taman Pelangi selama ini menjadi titik temu arus kendaraan dari berbagai arah, mulai dari Ahmad Yani, Rungkut, Jemursari, hingga pusat kota. Kondisi ini kerap memicu kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Eri juga menegaskan seluruh proses pembebasan lahan telah tuntas. Warga terdampak telah menerima ganti rugi sesuai ketentuan, dan saat ini hanya tersisa satu bangunan yang difungsikan sementara sebagai pos satuan tugas.
“Sekarang sudah masuk tahap desain final dan segera dilelang. Pelaksanaan fisik dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai awal 2027,” pungkasnya. (ivan)