Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW Tidak Cair untuk Kegiatan Seremonial

surabaya | 19 Februari 2026 04:39

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW Tidak Cair untuk Kegiatan Seremonial
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat berbincang-bincang dalam program Semanggi Suroboyo di RadioSuara Surabaya. (dok suarasurabaya)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan dana Rp5 juta per bulan untuk setiap Rukun Warga (RW) tidak akan dicairkan jika hanya digunakan untuk kegiatan seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

 

Menurutnya, dana tersebut difokuskan untuk mendukung kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemuda, khususnya Karang Taruna dan generasi muda di tingkat kampung. Dikansir dari Suarasurabaya.net, Kamis, (19/2/2026).

 

“Proposalnya harus kegiatan yang ada manfaatnya untuk Karang Taruna dan Gen Z di setiap RW. Kalau manfaatnya bisa dirasakan langsung, uangnya akan dicairkan. Tapi kalau hanya seremonial dan tidak ada manfaatnya, tidak akan kami berikan,” ujarnya, Rabu, (18/2/2026).

 

 

 

Setiap kelompok pemuda wajib mengajukan proposal kegiatan yang berdampak nyata, baik dalam pengembangan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

Proposal tersebut akan diseleksi di tingkat kecamatan sebelum dana disetujui dan dicairkan. Dana yang belum digunakan pada bulan sebelumnya juga dapat digabung dengan alokasi bulan berikutnya.

 

“Misalnya Januari belum diambil Rp5 juta, lalu Februari Rp5 juta, maka bisa digabung menjadi Rp10 juta untuk kegiatan yang lebih bermanfaat,” jelasnya.

 

 

 

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Surabaya untuk menekan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan, sekaligus memperkuat kemandirian pemuda di lingkungan kampung.

 

Gagasan pemberian dana operasional RW ini sebelumnya berasal dari aspirasi pemuda yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada akhir 2025. (ivan)