Eri mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan publik. Karena itu, menurutnya, perbaikan birokrasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif warga.
Ia menjelaskan, layanan tersebut bukan sekadar kanal pengaduan baru, melainkan juga alat untuk mengevaluasi efektivitas sistem pelayanan yang selama ini telah berjalan, mulai dari pendampingan ASN di wilayah, aplikasi Wargaku, hingga kanal pengaduan lainnya.
Menurut Eri, pengalaman dari program Wadul Warga yang diluncurkan tiga tahun lalu menjadi dasar lahirnya penguatan layanan baru ini.