SURABAYA, PustakaJC.co – Upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 berlangsung khidmat di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026) kemarin. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji. Selasa, (2/6/2026).
“Di ulang tahun ke-733, Pemerintah Kota Surabaya ikut membangkitkan ekonomi UMKM agar semakin masif dan meningkat. Di tengah kondisi global saat ini, pemerintah kota harus mendukung penuh para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” ujarnya. Demikian dikutip dari surabaya.go.id, Selasa, (2/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Armuji menegaskan bahwa peringatan HJKS ke-733 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus menghadirkan berbagai terobosan yang berpihak kepada masyarakat. Selain memperkuat perekonomian warga, Pemkot juga berkomitmen menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Armuji, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemkot Surabaya akan terus memberikan dukungan agar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Surabaya terus mengoptimalkan program e-Peken serta berbagai platform digital lainnya guna membantu pemasaran produk lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas para pelaku usaha.
Armuji yang akrab disapa Cak Ji menjelaskan bahwa tema HJKS ke-733 tahun ini adalah “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat”. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kota Pahlawan.
Ia menilai, keberagaman yang dimiliki Surabaya menjadi cerminan nyata dari nilai-nilai Pancasila. Tingginya toleransi antarumat beragama maupun antarsuku dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan dan kemajuan kota.
“Lima sila dalam Pancasila mencerminkan kebhinekaan warga Kota Surabaya. Kita lihat sendiri, warga memiliki toleransi yang cukup tinggi, baik antar agama maupun antar suku. Dengan begitu, Surabaya akan semakin hebat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan yang menjadi identitas Kota Pahlawan.
Menurutnya, pembangunan Surabaya harus melibatkan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh warga. Ia berharap semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Kota Pahlawan adalah kota yang penuh dengan perjuangan tinggi. Maka dari itu, gotong royong harus terus dilakukan, toleransi terus dibumikan, dan pembangunan kota harus melibatkan kepentingan warga,” ujarnya.
Syaifuddin menambahkan, pengamalan nilai-nilai Pancasila akan menjadi kunci dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota yang unggul, humanis, modern, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mari membangun Surabaya secara humanis dan modern, sehingga bisa menjadi kebanggaan anak-anak Kota Surabaya ke depan. Diharapkan Surabaya bisa menjadi kota yang unggul dan menghadirkan kehidupan yang layak bagi warganya,” pungkasnya. (frchn)