Komitmen Lindungi Anak Antar Surabaya Raih Pengakuan UNICEF

surabaya | 30 Juli 2026 18:29

 

Untuk mendukung tumbuh kembang anak, Pemkot Surabaya terus memperkuat berbagai program pendampingan keluarga melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), serta kegiatan Sinau Bareng dan Ngaji Bareng yang telah berjalan di ratusan RW.

 

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperkuat perlindungan anak melalui kerja sama dengan lembaga peradilan dan aparat penegak hukum. Salah satunya melalui program perwalian bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua sehingga tetap memperoleh kepastian perlindungan hukum.

 

“Kami melakukan perwalian. Jadi ketika ada anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya, maka kami bergerak bersama dengan Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dengan Kejaksaan, itu melakukan perwalian dalam satu tempat,” jelasnya.

 

Eri juga menyinggung kebijakan pembatasan penggunaan gawai yang telah diterapkan Pemkot Surabaya sebelum kebijakan serupa diterbitkan pemerintah pusat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, karakter, dan tumbuh kembang anak di era digital.

 

Di akhir sambutannya, Eri menegaskan bahwa keberhasilan Surabaya sebagai kota ramah anak merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan Forkopimda, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga perguruan tinggi.

 

“Kalau ada yang terbaik di Surabaya, bukan karena wali kotanya. Wali kota tidak akan pernah mampu bergerak tanpa Forkopimda yang hebat, tanpa lembaga yang hebat, tanpa NGO yang hebat, tanpa pengusaha yang hebat, tanpa perguruan tinggi yang hebat,” pungkasnya.(ivan)