SURABAYA, PustakaJC.co – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memenuhi hak sekaligus memberikan perlindungan kepada anak membuahkan pengakuan di tingkat internasional. Kota Pahlawan berhasil memperoleh sertifikasi Child Friendly Cities Initiative (CFCI) dari UNICEFsebagai kota layak anak bertaraf internasional.
Pengakuan tersebut melengkapi capaian Surabaya yang mampu mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama selama tujuh tahun berturut-turut. Apresiasi juga datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Rabu, (29/7/2026).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menilai berbagai inovasi yang dilakukan Pemkot Surabaya menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak. Dilansir dari jatimpos.co, Kamis, (30/7/2026).
Menurutnya, konsistensi tersebut mengantarkan Surabaya kembali mempertahankan predikat Kota Layak Anak kategori Utama selama tujuh kali berturut-turut.
“Banyak sekali inovasi yang dilakukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak-anak di Kota Surabaya. Salah satu prestasi yang diraih oleh Kota Surabaya adalah mendapatkan predikat utama untuk kota layak anak selama tujuh kali berturut-turut,” ujar Arifah.
Ketua KPAI, Aris Adi Leksono, turut mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh Pemkot Surabaya dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Menurutnya, penghargaan yang diterima mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemenuhan hak anak.
“Ini kami catat sebagai sebuah komitmen pemerintah daerah untuk kemudian memberikan pemenuhan hak dan perlindungan anak-anak, khususnya untuk arek-arek Surabaya,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa berbagai penghargaan yang diterima bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Surabaya.
Ia menyebut, selain memperoleh sertifikasi CFCI dari UNICEF, Surabaya juga berhasil meraih predikat Learning City dari UNESCO.
“Surabaya ini bukan yang terbaik, tapi kami ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak kami. Maka Surabaya ini Alhamdulillah dengan segala kekurangan kami, kami bisa menjadi kota layak anak internasional mendapatkan sertifikasi CFCI dari UNICEF,” ujar Eri.
Untuk mendukung tumbuh kembang anak, Pemkot Surabaya terus memperkuat berbagai program pendampingan keluarga melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), serta kegiatan Sinau Bareng dan Ngaji Bareng yang telah berjalan di ratusan RW.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperkuat perlindungan anak melalui kerja sama dengan lembaga peradilan dan aparat penegak hukum. Salah satunya melalui program perwalian bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua sehingga tetap memperoleh kepastian perlindungan hukum.
“Kami melakukan perwalian. Jadi ketika ada anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya, maka kami bergerak bersama dengan Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dengan Kejaksaan, itu melakukan perwalian dalam satu tempat,” jelasnya.
Eri juga menyinggung kebijakan pembatasan penggunaan gawai yang telah diterapkan Pemkot Surabaya sebelum kebijakan serupa diterbitkan pemerintah pusat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, karakter, dan tumbuh kembang anak di era digital.
Di akhir sambutannya, Eri menegaskan bahwa keberhasilan Surabaya sebagai kota ramah anak merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan Forkopimda, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga perguruan tinggi.
“Kalau ada yang terbaik di Surabaya, bukan karena wali kotanya. Wali kota tidak akan pernah mampu bergerak tanpa Forkopimda yang hebat, tanpa lembaga yang hebat, tanpa NGO yang hebat, tanpa pengusaha yang hebat, tanpa perguruan tinggi yang hebat,” pungkasnya.(ivan)