Sekolah Rakyat Surabaya Perkuat Karakter dan Jiwa Kepemimpinan Siswa

surabaya | 06 Agustus 2026 18:48

Sekolah Rakyat Surabaya Perkuat Karakter dan Jiwa Kepemimpinan Siswa
Eri Cahyadi memberikan pidato sambutan dalam MPLS Sekolah Terintegrasi 2 Kota Surabaya. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya membangun pendidikan berbasis karakter melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya, Rabu, (5/8/2026).

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghadiri langsung kegiatan tersebut bersama jajaran kepala perangkat daerah. Kehadirannya disambut antusias oleh ratusan siswa dan guru yang mengikuti MPLS. Dilansir dari jatimpos.co, Kamis, (6/8/2026).

 

Dalam sambutannya, Eri menekankan pentingnya membentuk karakter pelajar sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, saling menghormati, kepedulian sosial, dan semangat tolong-menolong. Menurutnya, karakter yang kuat menjadi bekal utama bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin di masa depan.

 

“Percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak bisa menolong, percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak pernah menciptakan kedamaian, dan percuma sebagai seorang pemimpin kalau tidak punya jiwa sosial yang tinggi. Ini yang disiapkan oleh Presiden, maka jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan,” ujar Eri.

 

 

Ia menilai para siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi besar karena telah terbiasa menghadapi berbagai tantangan kehidupan sejak kecil. Kondisi tersebut diyakini mampu membentuk karakter tangguh dan semangat juang yang tinggi.

 

“Anak-anak di Sekolah Rakyat ini sudah memiliki karakter petarung. Di sini mereka dibimbing agar semakin mandiri dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

 

Saat ini, SRT 2 Surabaya menampung 368 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 270 merupakan peserta didik baru jenjang SD, SMP, dan SMA, sedangkan sisanya berasal dari program rintisan bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

 

Eri menjelaskan, seluruh peserta didik di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin ekstrem atau masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2. Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

 

 

Sementara itu, salah seorang siswi kelas X SRT 2 Surabaya, Aisyah Farah, mengaku senang mengikuti MPLS. Selama kegiatan berlangsung, ia memperoleh pembinaan karakter, penguatan kepribadian, hingga pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama para taruna.

 

Menurut Aisyah, kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat menjadi motivasi untuk mengubah masa depan keluarganya.

 

“Saya ingin menjadi orang sukses, membanggakan orang tua, dan memutus rantai kemiskinan keluarga,” tukasnya. (ivan)