Pengemis dan Anak Jalanan Ganggu Peziarah, Eri Turun Tangan

surabaya | 04 September 2026 07:17

Pengemis dan Anak Jalanan Ganggu Peziarah, Eri Turun Tangan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengawasan di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel diperketat menyusul adanya keluhan peziarah yang merasa terganggu oleh keberadaan anak jalanan dan pengemis.

 

Keluhan tersebut disampaikan masyarakat melalui hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku tidak nyaman karena didatangi anak jalanan maupun pengemis yang meminta uang dengan berbagai cara. Dilansir dari jawapos.com, Jumat, (4/9/2026).

 

Modus yang dikeluhkan cukup beragam. Ada anak jalanan yang berpura-pura membantu peziarah menyeberangkan jalan, kemudian meminta uang. Sebagian lainnya bahkan disebut mengikuti peziarah hingga mereka memberikan uang.

 

“Ada laporan di hotline terkait gangguan di kawasan (Makam Sunan) Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman,” kata Eri, Kamis, (3/9/2026).

 

 

 

Eri mengatakan, Satpol PP Surabaya sebenarnya telah melakukan pengawasan di sekitar kawasan Ampel setiap hari. Namun, keberadaan anak jalanan yang berpindah-pindah membuat petugas menghadapi tantangan dalam melakukan penertiban.

 

“Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Sebenarnya, pengawasan di sekitar kawasan tersebut dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan anak jalanan terkadang ada dan terkadang tidak ada,” ujarnya.

 

Menurut Eri, penertiban terhadap anak jalanan dan pengamen di kawasan Ampel juga sudah beberapa kali dilakukan. Namun, mereka kerap kembali setelah petugas meninggalkan lokasi.

 

“Saya minta maaf kepada para peziarah. Tapi ini, sudah berulang kali ditertibkan oleh teman-teman, dijaga oleh teman-teman, tetapi tetap saja seperti kucing-kucingan dan kembali lagi,” katanya.

 

Karena itu, Eri meminta Satpol PP Surabaya meningkatkan intensitas patroli di kawasan wisata religi tersebut. Pemkot Surabaya juga akan terus melakukan koordinasi agar pengawasan terhadap aktivitas yang mengganggu peziarah dapat dilakukan lebih maksimal.

 

 

Diberi Sanksi Sosial

 

Selain melakukan penertiban, Pemkot Surabaya juga menerapkan sanksi sosial kepada sejumlah anak jalanan dan pengamen yang terjaring Satpol PP.

 

Mereka ditempatkan di UPTD Liponsos Keputih Surabaya selama tiga hari untuk menjalani sanksi sosial. Selama berada di sana, mereka diarahkan mengikuti sejumlah kegiatan, seperti membersihkan area Liponsos Keputih hingga membantu memberikan makanan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

 

Eri menegaskan, pengetatan pengawasan dilakukan untuk menjaga kawasan Makam Sunan Ampel tetap aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang untuk berziarah.

 

“Jadi, nanti para peziarah yang datang ke Ampel bisa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh anjal,” tuturnya.

 

Ia berharap langkah tersebut dapat mencegah gangguan terhadap peziarah sekaligus menjaga kenyamanan kawasan Makam Sunan Ampel sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Surabaya.

 

“Semoga para peziarah tetap merasa aman dan nyaman di Ampel. Insyaallah pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel,” jelas Eri. (ivan)