Ia melabeli pendekatan kolaboratif ini sebagai konsep omni human, yakni kondisi di mana manusia mampu memadukan kekuatan intuitif dan etis dirinya dengan kecepatan serta efisiensi teknologi. Dalam praktiknya, AI digunakan untuk mempercepat proses pengolahan data dan tugas teknis-rutin, sementara kontrol atas keputusan strategis, arah kebijakan, dan nilai kemanusiaan tetap dipegang penuh oleh ASN.
Lebih lanjut, pimpinan birokrasi diminta tidak hanya menjalankan fungsi manajerial yang berfokus pada target jangka pendek dan pengukuran kinerja semata. Menurutnya, seorang kepala organisasi harus memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) yang kuat untuk menjaga nilai, budaya, dan arah jangka panjang organisasi di tengah arus perubahan.
Hermawan juga mendorong para ASN untuk bertindak layaknya seorang entrepreneur tanpa mengesampingkan profesionalisme sebagai aparatur negara. Hal ini berarti ASN dituntut berani melihat persoalan publik sebagai peluang inovasi, terbuka terhadap gagasan baru, serta tidak ragu memperbaiki cara kerja lama.
"Kalau ada orang lain memberikan masukan, jangan kaku dengan mengatakan 'ini ide saya'. Justru ide itu harus di-improve. Inovasi adalah sesuatu yang terus diperbaiki," tegasnya.