PDAM Surabaya Imbau Warga Terdampak Air Keruh dan Berbusa Segera Melapor

surabaya | 08 September 2026 05:44

PDAM Surabaya Imbau Warga Terdampak Air Keruh dan Berbusa Segera Melapor
(Kiri-kanan) Air PDAM berbusa di Gunungsari, Surabaya, Minggu, (6/9/2026). Kondisi Kali Rolag, Surabaya berbusa. Petugas mengecek kualitas air setelah membersihkan air tercemar yang masuk ke pipa Jogoloyo, Surabaya. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengimbau masyarakat yang masih mendapati pasokan air keruh dan berbusa di rumahnya untuk segera melapor. Laporan aktif dari warga sangat dibutuhkan agar petugas dapat melakukan penanganan langsung di titik lokasi terdampak.

 

Manajer Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Louis Andilun Gatu, menjelaskan bahwa pihaknya telah merespons keluhan tersebut dengan melakukan flushing atau penggelontoran secara bertahap pada jaringan pipa primer, sekunder, hingga tersier.

Meski demikian, mengingat jangkauan jaringan pipa distribusi PDAM di Surabaya mencapai sekitar 6.000 kilometer, proses pembersihan tersebut belum tentu menjangkau seluruh saluran hingga ke rumah pelanggan secara merata. Dilansir dari suarasurabaya.net, Selasa, (8/9/2026).

 

"Kami mengharapkan feedback dari masyarakat. Ketika ada keluhan di rumah, mohon segera melapor supaya kami bisa langsung melakukan flushing dan menggelontor air di saluran tersier depan rumah mereka," ujar Louis.

 

 

 

Selain pembersihan pipa, PDAM juga menambahkan unit aerasi pada pasokan air baku untuk meningkatkan kadar oksigen guna menguapkan partikel organik, serta menambahkan dosis disinfektan guna memastikan kualitas air kembali aman digunakan.

 

Masalah air berbusa ini sebelumnya dipicu oleh dugaan limbah busa pemadam kebakaran dari penanganan insiden kebakaran pabrik di kawasan Driyorejo, Gresik, yang masuk dan mencemari aliran Kali Surabaya.

 

Terkait insiden tersebut, Louis juga mendorong Perum Jasa Tirta (PJT) 1 selaku pengelola sungai untuk lebih proaktif memonitor kualitas air baku secara berkala guna mencegah potensi pencemaran berulang di masa mendatang. (ivan)