Sisi Gelap Suhu Ekstrem Surabaya, Cuan Pedagang di Atas Beban Tagihan Warga

surabaya | 11 Oktober 2026 11:52

 

Demi menjaga ritme kerjanya, Warni terpaksa menyalakan pendingin ruangan di siang hari—sebuah kemewahan kecil yang sebelumnya hanya ia nikmati sebelum tidur. Namun, adaptasi ini menuntut bayaran mahal. Sebagai pelanggan listrik berdaya 900 VA, biaya energi Warni melonjak hingga 100 persen. Dari yang biasanya cukup merogoh kocek Rp100.000 untuk kebutuhan tiga minggu, kini ia harus mengalokasikan Rp200.000 untuk durasi yang sama.

 

Bagi pekerja sektor informal seperti Warni, pembengkakan tarif listrik ini langsung memotong margin keuntungan usahanya yang tak seberapa.

 

Di sudut lain Surabaya, kepengapan yang mencekik warga justru menjadi bahan bakar mesin ekonomi ritel. Peningkatan suhu secara tidak langsung menciptakan dorongan konsumsi mendesak untuk produk-produk pendingin udara.