Di salah satu toko perabot rumah tangga di Jalan Jetis Kulon, Wonokromo, permintaan kipas angin melonjak signifikan sejak awal Agustus. Yuni, staf administrasi toko tersebut, mengungkapkan bahwa tren perburuan kipas angin terjadi hampir saban hari.
"Sebelum periode panas ini, penjualan rata-rata berada di angka 15 unit per hari. Sekarang bisa konsisten mencapai 20 unit per hari," terang Yuni.
Pelanggan rela merogoh kantong mulai dari Rp70.000 untuk kipas angin lantai ekonomis hingga Rp450.000 untuk model kipas dinding. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana cuaca ekstrem memaksa masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk mengalokasikan anggaran darurat demi membeli perangkat kenyamanan paling mendasar.