"Pada September, suhu maksimum tercatat mencapai 36,7 derajat Celsius. Memasuki Oktober, seiring pergerakan semu matahari ke belahan bumi selatan usai ekuinoks, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 36 hingga 38 derajat Celsius," jelas Diah.
Kondisi terik diperkirakan masih bertahan hingga datangnya masa transisi menuju musim hujan. Selama rentang waktu tersebut, warga Surabaya—terutama mereka yang berada di garis bawah ekonomi—harus terus bertaruh antara menjaga kesehatan fisik dari bahaya heat stroke atau mengorbankan sisa tabungan demi membayar tagihan energi yang kian menjerat. (ivan)