Meski demikian, PLN menjamin bahwa keandalan pasokan energi di Jawa Timur berada dalam status aman. Dari total daya terpasang pembangkit yang mencapai 10.290 MW, beban puncak saat ini menyentuh angka 7.600 MW—meninggalkan cadangan daya operasional sebesar 2.600 hingga 2.700 MW.
Namun, jaminan pasokan yang aman di level makro ini kontras dengan realitas di tingkat mikro. Sistem kelistrikan memang tak mengalami krisis, tetapi ketahanan finansial rumah tangga berpendapatan rendah kian terancam oleh lonjakan biaya bulanan yang tak terhindarkan.
Secara ilmiah, kepungan hawa panas ini telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Diah Novita Astuti, memaparkan bahwa September dan Oktober merupakan titik puncak suhu maksimum tahunan di Jawa Timur.