Ada Pemasangan Rangka Baja GT Banyu Urip, Pengendara Tol Surabaya-Gempol Imbau Waspadai Contraflow

surabaya | 26 Oktober 2026 09:41

Ada Pemasangan Rangka Baja GT Banyu Urip, Pengendara Tol Surabaya-Gempol Imbau Waspadai Contraflow
Pengguna jalan tol masuk ke tol Banyu Urip Surabaya via exit tol Banyu Urip dengan sistem contraflow. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pengguna jalan tol yang melintas di area Gerbang Tol (GT) Banyu Urip, Surabaya, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengumumkan pemberlakuan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow mulai Sabtu (24/10/2026) malam hingga Minggu, (25/10/2026) pagi.

 

Penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan seiring dengan dilaksanakannya pekerjaan pemasangan rangka baja utama (erection) di GT Banyu Urip. Langkah tersebut diambil guna menjamin keselamatan para pekerja konstruksi sekaligus memastikan arus kendaraan tetap dapat terlayani dengan lancar. Dilansir dari kompas.com, Senin, (26/10/2026).

 

Senior Manager Representative Office 3 PT Jasamarga Transjawa Tol, Agni Mayvinna, menjelaskan bahwa jadwal rekayasa lalu lintas telah berlangsung mulai pukul 21.00 WIB pada Sabtu malam dan ditargetkan rampung pada pukul 05.00 WIB, Minggu pagi.

 

"Pengaturan lalu lintas ini kami lakukan untuk memastikan akses masuk tol tetap dapat terlayani selama pekerjaan berlangsung. Petugas telah disiapkan di lokasi untuk membantu mengarahkan kendaraan serta memastikan proses transaksi dan pergerakan lalu lintas berjalan dengan aman dan tertib," ujar Agni.

 

 

Selama skema contraflow diberlakukan, kendaraan dari jalur arteri yang hendak menuju Tol Surabaya–Gempol (arah Surabaya) dialihkan melintas melalui jalur keluar (exit) GT Banyu Urip.

 

Untuk mendukung kelancaran transaksi di titik pengalihan tersebut, pihak JTT telah menyiagakan petugas lapangan yang dilengkapi dengan perangkat mobile reader.

 

Perangkat ini digunakan untuk melayani pembayaran tarif tol sebelum kendaraan diarahkan kembali bergabung ke jalur utama.

Agni juga meyakinkan publik bahwa rekayasa arus lalu lintas ini sifatnya terbatas dan tidak sampai melumpuhkan jalur utama Tol Surabaya–Gempol.

 

“Pengaturan lalu lintas ini hanya berlaku di area ramp GT Banyu Urip. Dengan demikian, pengaturan lalu lintas tidak diterapkan pada jalur utama Tol Surabaya–Gempol,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, JTT berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi kemacetan serta mengawal kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi proyek.

 

 

Pihak pengelola tol meminta seluruh pengendara untuk memperhatikan rambu-rambu petunjuk pengalihan dan menaati petunjuk dari petugas yang berada di lapangan. Pengendara juga diimbau untuk mengurangi kecepatan saat mendekati area pekerjaan demi keselamatan diri sendiri maupun para pekerja.

 

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan saat mendekati area pekerjaan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan dan kenyamanan bersama," tambah Agni.

 

Adapun pekerjaan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan JTT dalam menjaga kualitas infrastruktur serta meningkatkan standar pelayanan bagi pengguna jalan tol.

 

Bagi pengguna jalan yang membutuhkan pembaruan informasi kondisi lalu lintas secara real-time di ruas tol Jasa Marga Group, dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi layanan One Call Center 24 jam di nomor 133. (ivan)