Menurut Rini, keterkaitan persoalan warga membuat integrasi data menjadi penting. Satu permasalahan dapat berkaitan dengan kondisi lain yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Ia mencontohkan persoalan stunting yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak, tetapi juga kondisi lingkungan tempat tinggal, pola asuh keluarga, pemenuhan gizi, hingga kemampuan ekonomi rumah tangga.
“Karena enam SPM ini berhubungan semuanya ya, satu anak stunting itu pasti rumahnya nggak sehat. Pola asuhnya juga pasti nggak bagus orang tuanya, dan makanannya kurang bergizi. Kemungkinan, juga bisa karena status ekonominya yang dibuat makan sehari-hari saja susah,” ujarnya.
Melalui ASW Posyandu, pendataan warga diharapkan menjadi lebih terperinci, mulai dari kelahiran hingga kelompok lanjut usia (lansia). Aplikasi tersebut juga memuat informasi mengenai intervensi yang telah dilakukan oleh perangkat daerah terkait, sehingga penanganan warga dapat dipantau secara lebih menyeluruh.
“Termasuk intervensi apa yang sudah dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) apa, dari rutilahu apa itu sudah lengkap. Dengan aplikasi ini kita akan tahu,” jelasnya.