Pemkot Surabaya Targetkan Lima Rumah Pompa Rampung 20 November

surabaya | 06 November 2026 18:49

Pemkot Surabaya Targetkan Lima Rumah Pompa Rampung 20 November
Kepala DSDABM Kota Surabaya (kiri), Hidayat Syah. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pembangunan lima rumah pompa di sejumlah titik rawan genangan rampung pada 20 November 2026. Proyek yang kini memasuki tahap akhir tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian banjir menjelang musim hujan.

 

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, progres pembangunan lima rumah pompa telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen. Sebagian besar unit pompa beserta jaringan pipa pendukung juga telah terpasang. Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, (6/11/2026).

 

“Pekerjaan rumah pompa kita itu rata-rata sudah 85 persen. Pompa itu sudah ada di sana, dan juga pipa sudah terpasang. Kebanyakan seperti itu,” kata Hidayat, Jumat, (6/11/2026).

 

Lima rumah pompa tersebut dibangun di kawasan Nginden Intan Timur, tepatnya di depan kampus Stikosa AWS, Panjang Jiwo, Tambak Segaran, Dharmahusada, dan Tanjungsari.

 

 

Khusus di kawasan Tanjungsari, pembangunan rumah pompa turut dilengkapi bozem atau kolam penampungan air. Pemkot Surabaya juga menambah satu unit pompa di kawasan pertigaan untuk mendukung pengendalian aliran air.

 

Hidayat menyebut, setelah pekerjaan konstruksi dituntaskan pada 20 November, seluruh unit akan memasuki tahap commissioning atau pengujian operasional. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan pompa beserta jaringan pendukungnya berfungsi sesuai perencanaan.

 

“Dan kita berharap tanggal 20 November ini sudah mulai commissioning. Supaya nanti pada saat 1 Desember, Pak Wali sudah mulai keliling untuk mencoba benar-benar apakah pompanya berfungsi atau tidak,” jelasnya.

 

Selain pembangunan rumah pompa, Pemkot Surabaya juga mempercepat pembangunan shortcut saluran air di kawasan Semolowaru, Nginden, dan sekitarnya.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan genangan akibat jalur aliran air yang cukup panjang. Kondisi itu menyebabkan debit air di sejumlah saluran dapat meningkat meskipun hujan turun dalam waktu relatif singkat.

 

 

 

Menurut Hidayat, pembangunan jalur pintas saluran menjadi alternatif untuk mempercepat aliran air tanpa harus membangun rumah pompa di setiap saluran yang bermasalah.

 

“Kalau tidak, kita terpaksa tiga saluran itu kita kasih rumah pompa semua. Itu juga biayanya lebih tinggi. Jadi kita ambil, tarik, dan shortcut-kan semua ke sana,” ungkapnya.

 

Pembangunan shortcut tersebut dilengkapi pintu air di saluran Semolowaru serta konstruksi box untuk mengalirkan air menuju jalur baru. Kapasitas aliran yang disiapkan diproyeksikan mencapai 23 meter kubik per detik.

 

Hidayat mengatakan, proyek tersebut semula ditargetkan selesai pada 2027. Namun, Pemkot Surabaya mempercepat pengerjaan agar dapat dituntaskan tahun ini sesuai arahan Wali Kota Surabaya.

 

“Harusnya pekerjaan ini selesai tahun depan, tetapi kami kebut karena Pak Wali memang meminta tahun ini harus selesai. Alhamdulillah, pihak kontraktor konsisten dan pihak Gereja Bethany Nginden juga memberikan dukungan,” katanya.

 

 

Ia menambahkan, pembangunan rumah pompa dan jaringan drainase pendukung membutuhkan pekerjaan konstruksi yang cukup kompleks. Salah satunya pemasangan pipa berkapasitas aliran sekitar 3 hingga 5 meter kubik per detik, lebih besar dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berkisar 1 hingga 2 meter kubik per detik.

 

Pemasangan pipa berkapasitas besar tersebut juga membutuhkan penggalian badan jalan. Karena itu, pengerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan aktivitas masyarakat, termasuk waktu ibadah.

 

Pemkot Surabaya berharap penyelesaian pembangunan rumah pompa dan shortcut saluran dapat meningkatkan kapasitas pengaliran air sekaligus mengurangi potensi genangan di sejumlah kawasan saat hujan deras. (ivan)