Matoa, Tanaman Identitas dari Tanah Papua

kuliner | 11 Desember 2021 03:35

 

Matoa termasuk jenis pohon besar yang bisa tumbuh setinggi 50 meter dengan diameter batang 100 cm. Batang pohon matoa merupakan kayu keras berbentuk silinder sedangkan akarnya memiliki sistem akar tunggang. Pohon matoa bisa berbuah sekali saja dalam setahun. Bunga akan tumbuh sekitar bulan Juli-Oktober kemudian berbuah tiga-empat bulan setelahnya.

 

Sekilas, tampilan matoa mirip dengan buah pinang bentuk lonjong dengan kulit keras warna hijau, merah, dan hitam. Namun, bila dicicipi, rasa matoa cenderung manis dan beraroma wangi seperti perpaduan antara leci, rambutan, dan kelengkeng.

 

Di Papua ada dua jenis matoa yang dikenal masyarakat, yaitu matoa kelapa dan matoa papeda dengan perbedaan tekstur buahnya. Matoa kelapa memiliki daging buah yang kenyal seperti rambutan, sedangkan daging buah matoa papeda lebih lembek dan lengket.

 

Umumnya, matoa papeda banyak tersebar di Provinsi Papua Barat sedangkan matoa kelapa lebih banyak ditemukan di bagian tengah dan timur Provinsi Papua. Matoa juga dibedakan menjadi tiga jenis lagi berdasarkan warna kulitnya yaitu Emme Bhanggahe (matoa kulit merah), Emme Anokhong (matoa kulit hijau), dan Emme Khabhelaw (matoa kulit kuning).

Bagikan
Halaman