Omzet Kafe dan Resto Tunjungan Turun, Pelaku Usaha Minta Solusi Parkir Nyaman

kuliner | 24 Agustus 2025 09:21

Omzet Kafe dan Resto Tunjungan Turun, Pelaku Usaha Minta Solusi Parkir Nyaman
Situasi salah satu kafe di Jalan Tunjungan, Sabtu (23/8/2025) setelah pemberlakuan kebijakan parkir. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co - Sejumlah kafe dan resto di Jalan Tunjungan, Surabaya, mengeluhkan penurunan omzet setelah kebijakan penertiban parkir mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025. Meski bertujuan mengurai kemacetan, pelaku usaha berharap kebijakan ini diimbangi dengan solusi kantong parkir yang lebih nyaman dan dekat dengan lokasi usaha.

Devrin, barista di salah satu kafe di Tunjungan, menyebut omzet tempat kerjanya turun hingga 20 persen sejak aturan penertiban parkir diberlakukan. Dilansir dari suarasurabaya.net, Minggu, (23/8/2025).

“Lumayan turunnya, sampai 20 persen. Apalagi saat weekday dan pagi hari. Biasanya kafe kami jadi jujugan untuk ngopi pagi, tapi sekarang lebih sepi. Bahkan beberapa pelanggan mengeluh karena parkirnya semakin jauh,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Sabtu, (23/8/2025).

Tak hanya pelanggan, karyawan juga merasakan dampaknya. Menurut Devrin, mereka kini harus berangkat lebih awal karena lokasi parkir semakin jauh dari tempat kerja.

Hal serupa dialami Maria, karyawan sebuah resto burger di kawasan yang sama. Menurutnya, omzet resto tempat ia bekerja bahkan anjlok lebih besar, mencapai 40–50 persen.

“Keluhannya sama, rata-rata karena lokasi parkir yang jauh dari resto. Terutama untuk pelanggan yang bawa mobil,” ungkap Maria.

Bentuk protes pun sempat dilakukan para pelaku usaha dengan memasang stiker bertuliskan Save Tunjungan di sejumlah kafe, hingga aksi mematikan lampu selama satu jam pada 17 Agustus 2025 lalu.

Maria menambahkan, penertiban parkir sejauh ini belum banyak berpengaruh terhadap lalu lintas Tunjungan.

“Macet tetap ada, karena banyak kendaraan yang menurunkan penumpang atau melambat sambil lihat-lihat. Jadi mungkin lebih ditata lagi solusinya,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kebijakan larangan parkir di tepi Jalan Tunjungan sudah tepat karena telah ditambah kantong parkir resmi. Eri juga memastikan jumlah pengunjung kawasan tersebut tidak akan berkurang meski ada penertiban.

Kini, para pelaku usaha berharap adanya solusi parkir yang lebih ramah pengunjung. Dengan begitu, tujuan penataan lalu lintas tetap berjalan, sementara geliat ekonomi kafe dan resto di ikon wisata Surabaya ini bisa kembali menggeliat. (ivan)