Air Mineral vs Air Demineral: Mana yang Lebih Sehat? Ini Fakta Mengejutkannya!

kuliner | 15 Oktober 2025 18:10

Air Mineral vs Air Demineral: Mana yang Lebih Sehat? Ini Fakta Mengejutkannya!
Ilustrasi foto dok rri

SURABAYA, PustakaJC.co – Banyak orang mengira semua air putih itu sama saja—bening, segar, dan menyehatkan. Padahal, tidak semua air memiliki kandungan yang identik. Dua istilah yang kini sering muncul di pasaran adalah air mineral dan air demineral (atau air murni). Sekilas mirip, namun keduanya memiliki perbedaan besar dalam hal kandungan, manfaat, dan keamanan untuk tubuh.

 

Apa Itu Air Mineral dan Air Demineral?

 

Air mineral berasal dari sumber alam seperti mata air pegunungan yang mengandung mineral alami—di antaranya kalsium, magnesium, natrium, dan seng. Setelah diambil, air ini melalui proses penyaringan ringan dan sterilisasi untuk memastikan kebersihan tanpa menghilangkan mineral bermanfaat di dalamnya.

 

Sebaliknya, air demineral atau air murni adalah air yang sudah melalui proses pemurnian ekstrem seperti reverse osmosis (RO), distilasi, atau deionisasi. Proses ini membuat hampir semua kandungan mineral hilang, sehingga hasilnya adalah air yang sangat murni dan netral.

 

Perbedaan Utama Keduanya

 

Perbedaan paling mendasar terletak pada kandungan mineral dan fungsi penggunaannya.

Air mineral mengandung mineral penting yang dibutuhkan tubuh, sedangkan air demineral hampir tidak memiliki mineral sama sekali.

 

Dari segi rasa, air mineral biasanya memiliki sedikit “berbobot” atau rasa khas tergantung kandungan mineralnya. Sementara air demineral terasa hambar dan datar karena tidak ada ion di dalamnya.

 

Fungsi pemakaian pun berbeda. Air mineral digunakan untuk konsumsi harian—minum, memasak, hingga menjaga hidrasi tubuh. Sedangkan air demineral lebih cocok untuk keperluan industri, laboratorium, kosmetik, atau medis, di mana air harus benar-benar bebas dari mineral agar tidak mengganggu proses produksi.

 

Mengapa Mineral Penting untuk Tubuh?

 

Mineral dalam air berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi otot dan saraf, serta kesehatan tulang.

Kalsium membantu memperkuat tulang dan gigi.

Magnesium mendukung fungsi otot dan jantung.

Kalium dan natrium menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

 

Tanpa asupan mineral yang cukup, tubuh bisa mengalami gangguan metabolisme, cepat lelah, hingga risiko tekanan darah tidak stabil. Karena itu, air mineral menjadi salah satu sumber alami mineral yang mudah diserap tubuh.

 

Risiko Mengonsumsi Air Demineral Terlalu Sering

 

Meski terlihat “murni”, air demineral tidak selalu berarti lebih sehat. Dalam jangka panjang, konsumsi air tanpa mineral dapat menimbulkan beberapa risiko seperti:

 

Kekurangan mineral penting seperti kalsium dan magnesium.

Gangguan keseimbangan elektrolit tubuh.

Potensi masalah tulang dan gigi.

Tubuh lebih cepat kehilangan cairan karena air demineral tidak membantu menahan hidrasi.

 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut bahwa air dengan kandungan mineral sangat rendah tidak ideal untuk konsumsi jangka panjang, terutama bila sumber makanan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan mineral tubuh.

 

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

 

Jawabannya tergantung pada tujuan penggunaan.

Untuk konsumsi sehari-hari, air mineral adalah pilihan terbaik karena sudah mengandung mineral alami yang mendukung fungsi tubuh.

Sedangkan air demineral sebaiknya digunakan untuk keperluan industri atau medis, bukan sebagai sumber cairan utama bagi tubuh.

 

Saat membeli air kemasan, pastikan selalu memeriksa label kandungan mineral, izin BPOM, dan sumber airnya. Air yang sehat bukan hanya bersih dan jernih, tapi juga kaya manfaat alami dari mineral bumi. (int)