SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Jatim menggelar Tutur Rasa Jawa Timur: Dari Kebun ke Meja Seduh di Hall Balai Pemuda Surabaya, 27–28 Desember 2025. Festival ini menjadi ruang temu antara kopi, kuliner, budaya, dan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Kepala Diskop UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai etalase produk unggulan UMKM Jawa Timur, sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Acara menghadirkan bazar kopi dan durian, kuliner khas daerah, workshop fotografi dan media sosial, pelatihan kopi, hingga sosialisasi halal dan merek dagang. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (29/12/2025).
“Pemilihan akhir tahun bukan tanpa alasan. Momentum liburan membuat masyarakat lebih tertarik datang dan mengenal produk UMKM kita,” ujar Endy saat membuka acara, Sabtu, (27/12/2025).
Menurutnya, kopi menjadi salah satu penggerak utama dalam event tersebut. Bukan sekadar minuman, kopi kini memiliki nilai ekonomi tinggi jika disertai cerita dan proses yang kuat.
“Teman-teman kopi kami kumpulkan untuk menunjukkan bahwa kopi bisa menjadi penggerak ekonomi. Nilai tambahnya muncul dari storytelling, dari proses tanam, panen, sangrai, sampai seduhan,” jelasnya.
Nama Tutur Rasa sendiri memiliki makna filosofis: rasa yang berbicara. Setiap pelaku UMKM kopi membawa karakter dan keunikan daerahnya masing-masing, mulai dari kopi Ijen, Jombang, hingga wilayah lain di Jawa Timur. Bahkan, sebagian pelaku turut mendonasikan biji kopi agar pengunjung dapat menikmati seduhan sambil berbagi.
Endy menilai kegiatan ini membuka peluang besar, khususnya bagi generasi muda, untuk berkreasi dan meningkatkan nilai ekonomi melalui komoditas lokal. Terlebih lokasi acara berada di pusat kota dan berdekatan dengan agenda budaya populer, sehingga berpotensi menarik lebih banyak pengunjung.
Tak hanya kopi, aneka kuliner khas daerah turut meramaikan acara, seperti lontong kupang Surabaya, soto dan tahu campur Lamongan, hingga nasi jhejhen Madura.
“Makanan bukan sekadar untuk dimakan, tapi membawa cerita budaya. Itu yang membuat orang tertarik mencoba,” katanya.
Melalui Tutur Rasa, Pemprov Jatim berharap produk lokal semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar nasional. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat ekosistem usaha melalui dukungan pembiayaan UMKM berbunga rendah guna mendorong pelaku usaha naik kelas dan membuka lapangan kerja.
“Ketika kopi, makanan, dan buah-buahan bergerak, ekonomi ikut bergerak. Itu tujuan besarnya,”pungkas Endy.
Di Tutur Rasa Jawa Timur, pengunjung tak sekadar mencicipi kopi dan kuliner, tetapi juga diajak menyelami cerita tentang tanah, budaya, dan harapan. Sebab di Jawa Timur, rasa selalu punya cara sendiri untuk bercerita. (ivan)