Pasar Panganan Giri Biyen Suguhkan Nostalgia Kuliner Era Kerajaan Giri di Gresik

kuliner | 19 Januari 2026 13:08

Pasar Panganan Giri Biyen Suguhkan Nostalgia Kuliner Era Kerajaan Giri di Gresik
Pengunjung saat menyerbu makanan tradisional di Pasar Panganan Giri Biyen. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Kekayaan kuliner tradisional khas Gresik kembali mendapat ruang melalui gelaran Pasar Panganan Giri Biyen yang berlangsung meriah di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin, (19/1/2026).

 

Mengusung nuansa tempo dulu ala masa Kerajaan Giri Kedaton, kegiatan ini menjadi ajang nostalgia sekaligus sarana edukasi sejarah bagi masyarakat. Beragam kuliner jadul yang dahulu lekat dengan kehidupan warga Giri kembali dihadirkan, mulai dari Kupat Ketek, Bubur Masin, aneka wedhang, hingga berbagai jajanan tradisional lainnya. Dilansir dari gresiksatu.com, Senin, (19/1/2026).

 

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Sekitar 150 jenis kuliner yang disajikan oleh 30 pedagang lokal dilaporkan habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam sejak pasar dibuka.

 

Ketua Komunitas Giri Simbo sekaligus penyelenggara kegiatan, Muhammad Ma’arif, mengatakan tingginya jumlah pengunjung menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan berbasis budaya dan kearifan lokal.

 

“Tidak sampai dua jam sudah ludes. Padahal jumlah jajanan sudah ditambah karena antusiasme pengunjung sangat tinggi. Kurang lebih ada sekitar 5.000 orang yang hadir,” ujar Ma’arif.

 

 

Menurut Ma’arif, Pasar Panganan Giri Biyen digelar sebagai upaya melestarikan warisan kuliner Gresik yang tumbuh sejak masa Kerajaan Giri Kedaton dan diwariskan secara turun-temurun.

 

Ia menyebut sejumlah kuliner khas Giri kini mulai langka, salah satunya Kupat Ketek, yang dahulu menjadi panganan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan kembali mengenal kuliner tradisional yang hampir punah.

 

“Biar anak-anak muda Gresik tahu dan tidak kehilangan jejak kuliner tradisional daerahnya,” katanya.

 

 

 

Diketahui, Pasar Panganan Giri Biyen telah digelar dua kali dan selalu menarik minat masyarakat, tidak hanya dari Gresik, tetapi juga dari luar daerah seperti Sidoarjo hingga Jakarta. Ke depan, panitia berencana menjadikannya sebagai agenda budaya rutin.

 

“Insyaallah akan kita adakan setiap Ahad Kliwon, satu bulan sekali,” pungkas Ma’arif. (ivan)