TRENGGALEK, PustakaJC.co – Kabupaten Trenggalek di pesisir selatan Jawa Timur tak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini. Salah satunya adalah nasi gegok, makanan sederhana berbahan nasi dan lauk ikan teri yang dibungkus daun pisang.
Dengan harga sekitar Rp5.000 per bungkus, nasi gegok menjadi pilihan favorit masyarakat lokal sekaligus wisatawan. Selain murah, aroma khas daun pisang dan cita rasa gurih-pedas menjadi daya tarik utama kuliner ini. Dilansir dari gresiksatu.com, Selasa, (27/1/2026).
Nasi gegok lahir dari tradisi masyarakat Trenggalek yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana. Istilah “gegok” diyakini berasal dari bahasa Jawa yang merujuk pada nasi bungkus dengan lauk minimalis, namun tetap mengenyangkan.
Kuliner ini banyak dijajakan di warung-warung kecil, pasar tradisional, hingga pinggir jalan, terutama di jalur wisata Trenggalek. Beberapa penjual nasi gegok yang cukup dikenal antara lain:
• Nasi Gegok Mbah Tumirah
Jl. Trenggalek–Bendungan, Desa Jeruk, Kecamatan Bendungan.
• Nasi Gegok Bu Winarti
Jalan Raya Bendungan, Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek.
• Nasi Gegok Mbah Wito
Jalan Raya Bendungan, Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek.
Nasi gegok terdiri dari nasi putih hangat, sambal pedas, serta lauk ikan teri atau ikan asin. Seluruhnya dibungkus daun pisang, sehingga saat dibuka menghadirkan aroma khas yang menggugah selera.
Rasanya sederhana namun kuat: pedas sambal berpadu dengan gurih ikan teri. Porsinya memang kecil, sehingga sering dijadikan camilan, sarapan ringan, atau bekal perjalanan.
Dibandingkan kuliner khas Jawa Timur lainnya, nasi gegok tergolong paling terjangkau. Selain harganya murah, kuliner ini juga mudah ditemukan dan dinikmati semua kalangan.
Menikmati nasi gegok bukan sekadar soal rasa, tetapi juga cara merasakan kearifan kuliner tradisional Trenggalek yang tetap lestari di tengah gempuran makanan modern. (ivan)