GRESIK, PustakaJC.co - Pulau Bawean di Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal dengan pesona alamnya, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional berbasis hasil laut. Saat bulan Ramadan, berbagai hidangan khas Bawean menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berbuka puasa karena rasanya yang lezat, bergizi, dan sarat tradisi.
Berikut lima makanan khas Bawean yang kerap menjadi menu andalan berbuka puasa:
1. Kella Celok, Sup Ikan Kaya Rempah
Kella celok merupakan hidangan berkuah berbahan dasar ikan laut segar. Kuahnya berwarna kuning keemasan dengan perpaduan rasa gurih, asam, dan sedikit pedas dari racikan rempah tradisional. dikutip dari gresiksatu.com, Minggu, (1/3/2026).
Disajikan hangat bersama nasi putih, kella celok menjadi menu utama yang ideal saat berbuka. Kandungan protein ikan membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa, sementara aroma rempahnya mampu menggugah selera makan.
2. Tono-Tono Jhukok, Ikan Bakar Andalan Nelayan
Dalam bahasa Bawean, ikan disebut jhukok. Tono-tono jhukok atau ikan bakar menjadi sajian yang hampir selalu hadir di meja makan masyarakat setempat.
Keunggulannya terletak pada kesegaran ikan hasil tangkapan nelayan lokal. Dengan bumbu sederhana namun meresap, hidangan ini menawarkan cita rasa khas yang nikmat disantap bersama nasi hangat dan sambal tradisional.
3. Nasek Ghulung, Nasi Gulung Penuh Aroma Tradisi
Nasek ghulung merupakan kuliner legendaris yang banyak ditemukan di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Nasi ini dibungkus daun pisang, digulung, dan diikat, menciptakan aroma khas yang menggoda saat dibuka.
Biasanya, nasek ghulung disajikan dengan lauk hasil laut seperti ikan bakar, kepiting, udang, hingga lobster. Tambahan sambal khas Bawean, buje chabbi, semakin memperkaya cita rasanya.
4. Tongkol Rempa Tiga, Perpaduan Asam, Pedas, dan Manis
Tongkol rempa tiga menawarkan sensasi rasa yang unik melalui perpaduan tiga cita rasa utama: asam, pedas, dan manis.
Proses pembuatannya diawali dengan membersihkan ikan tongkol dan melumurinya dengan jeruk nipis. Bumbu seperti bawang merah, cabai, kunyit, jahe, dan kemiri ditumis hingga harum, lalu dimasak bersama ikan dan air asam jawa, menghasilkan hidangan kaya rasa.
5. Obi Kolop, Simbol Kesederhanaan dan Kenangan
Obi kolop atau ubi rebus menjadi makanan tradisional yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Bawean. Hidangan ini biasanya disajikan bersama pindang tongkol, ikan kering, dan sambal mentah.
Menu ini kerap dikonsumsi saat musim angin barat, ketika nelayan tidak melaut. Selain mengenyangkan, obi kolop juga menjadi simbol ketahanan pangan sekaligus pengingat kampung halaman bagi perantau Bawean.
Keberadaan kuliner khas Bawean tidak hanya memperkaya khazanah makanan tradisional, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir. Saat Ramadan, hidangan-hidangan ini menjadi bagian penting yang menghadirkan kehangatan, kebersamaan, dan kenangan di meja berbuka puasa. (ivan)