SURABAYA, PustakaJC.co – Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di Kabupaten Gresik. Menjelang waktu berbuka, masyarakat mulai berburu takjil di berbagai sudut kota. Menariknya, jajanan tradisional khas daerah tetap menjadi primadona di tengah gempuran kuliner modern.
Selain lezat, makanan-makanan ini juga menyimpan nilai sejarah dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Gresik. Berikut lima jajanan tradisional yang paling dicari saat Ramadan:
1. Pudak
Pudak merupakan ikon kuliner Gresik yang telah lama dikenal sebagai oleh-oleh khas. Terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula, pudak dikemas menggunakan pelepah daun pinang (ope) yang membuatnya tampil unik. dikutip dari gresiksatu.com, Selasa, (3/3/2026).
Varian rasanya beragam, mulai dari pudak putih berbahan gula pasir, pudak merah dengan gula jawa, hingga pudak pandan yang harum. Teksturnya lembut dengan rasa manis legit, cocok sebagai menu pembuka saat berbuka puasa.
2. Jubung
Jubung sekilas menyerupai jenang. Jajanan ini terbuat dari ketan hitam dengan taburan biji wijen di bagian atasnya. Rasanya manis legit dengan aroma khas yang menggugah selera.
Keunikan jubung juga terletak pada kemasannya yang menggunakan selongsong kulit pohon pinang berwarna putih kecokelatan. Bentuknya kecil dan praktis, pas untuk takjil ringan sebelum menyantap makanan utama.
3. Bonggolan Mengare
Bonggolan berasal dari wilayah pesisir Mengare. Makanan ini dibuat dari campuran daging ikan laut dan tepung, dibentuk memanjang, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang.
Teksturnya kenyal dengan cita rasa gurih khas olahan seafood. Bonggolan bisa langsung disantap atau digoreng terlebih dahulu sesuai selera, menjadikannya pilihan takjil gurih untuk menyeimbangkan hidangan manis saat berbuka.
4. Bongko Kopyor
Bongko kopyor populer di Kecamatan Manyar. Nama makanan ini merupakan singkatan dari bubur nangka kelapa kopyor.
Terbuat dari roti tawar, kelapa muda, pisang, nangka, sagu, dan santan, adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus. Rasanya manis legit dengan aroma harum daun pisang yang khas. Teksturnya lembut dan kaya rasa, sangat pas sebagai sajian pembuka saat azan Magrib berkumandang.
5. Kupat Keteg
Kupat Keteg merupakan kuliner khas kawasan Giri yang konon sudah ada sejak era Sunan Giri. Keunikannya terletak pada proses perebusan yang menggunakan air dari sumur tua setempat yang dikenal sebagai air keteg.
Ketupat berbahan ketan ini dibungkus daun kelapa dan memiliki cita rasa gurih sekaligus manis. Selain lezat, kupat keteg juga menyimpan nilai historis yang kuat bagi masyarakat setempat.
Keberadaan lima jajanan ini membuktikan bahwa tradisi kuliner di Gresik tetap bertahan dan dicintai lintas generasi. Ramadan pun menjadi momentum tepat untuk kembali menikmati cita rasa autentik khas daerah sendiri. (ivan)