Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil 10 sampel makanan dan minuman secara acak dari pedagang, di antaranya es buah, pentol bakso, risol mayo, cilok, jelly hingga minuman kemasan.
Dari jumlah tersebut, enam sampel langsung diuji secara kimia menggunakan metode rapid test di lokasi. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
“Enam sampel yang diuji secara kimia di tempat hasilnya negatif semua,” kata Yenni.