Memasuki Maret 2026, disparitas harga semakin terlihat di wilayah Indonesia Timur. Maluku Utara mencatat harga tertinggi secara nasional yang menembus Rp95.950 per kilogram. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa distribusi antardaerah belum berjalan optimal dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.
Di sisi lain, wilayah sentra produksi seperti Probolinggo justru mengalami penurunan harga di tingkat produsen. Untuk bawang merah ukuran sedang, harga di pasar induk berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Penurunan ini diharapkan dapat menjadi penahan laju inflasi, khususnya bagi konsumen di pasar modern di kota-kota besar.
Bagi masyarakat, stabilitas harga bawang merah tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan daya beli di tengah ketidakpastian iklim yang memengaruhi hasil produksi pertanian nasional. (frcn)