Fluktuasi Harga Bawang Merah 2026 Uji Stabilitas Pangan Nasional

kuliner | 19 Maret 2026 08:59

Fluktuasi Harga Bawang Merah 2026 Uji Stabilitas Pangan Nasional
Ilustrasi pedagang bawang merah. (dok tvrinews)

JAKARTA, PustakaJC.co - Memasuki kuartal pertama tahun 2026, dinamika harga komoditas pangan nasional, khususnya bawang merah, menjadi sorotan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Pergerakan harga yang tidak merata di berbagai daerah menunjukkan adanya tantangan struktural yang masih membayangi sektor distribusi dan produksi. Kamis, (19/3/2026). 

 

 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) periode Maret 2025 hingga Maret 2026, harga bawang merah ukuran sedang di pasar modern mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Kondisi ini dipengaruhi oleh gangguan logistik serta cuaca ekstrem yang berdampak pada rantai pasok. Demikian dilansir dari ekonomi.tvrinews.com, kamis, (19/3/2026). 

 

 

Sepanjang tahun 2025, harga bawang merah sempat melonjak signifikan, terutama menjelang akhir tahun dengan rata-rata nasional mencapai Rp48.637 per kilogram. Angka tersebut melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah hingga 17,2 persen. Di Kalimantan Utara, harga masih bertahan di kisaran Rp48.000 per kilogram, meski dalam tiga bulan terakhir hingga Maret 2026 menunjukkan penurunan sebesar 9,38 persen.

 

 

Memasuki Maret 2026, disparitas harga semakin terlihat di wilayah Indonesia Timur. Maluku Utara mencatat harga tertinggi secara nasional yang menembus Rp95.950 per kilogram. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa distribusi antardaerah belum berjalan optimal dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

 

 

Di sisi lain, wilayah sentra produksi seperti Probolinggo justru mengalami penurunan harga di tingkat produsen. Untuk bawang merah ukuran sedang, harga di pasar induk berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Penurunan ini diharapkan dapat menjadi penahan laju inflasi, khususnya bagi konsumen di pasar modern di kota-kota besar.

 

 

Bagi masyarakat, stabilitas harga bawang merah tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan daya beli di tengah ketidakpastian iklim yang memengaruhi hasil produksi pertanian nasional. (frcn)