Surga Kuliner di Balik Wisata Religi Sunan Ampel

kuliner | 07 April 2026 07:34

Surga Kuliner di Balik Wisata Religi Sunan Ampel
Kuliner sensasional sate domba Afrika versi Ampel dijamin bebas kolestrol. (dok ngopibareng)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kawasan Kampung Arab Ampel tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi dengan keberadaan Makam Sunan Ampel dan Masjid Agung Ampel, tetapi juga menjadi magnet bagi para pecinta kuliner. Ribuan peziarah dari berbagai daerah datang setiap hari, sekaligus berburu sajian khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

 

Berada di wilayah Surabaya bagian utara, Ampel menawarkan pengalaman unik berupa perpaduan budaya Arab dan Nusantara. Lorong-lorong sempit yang ramai dipenuhi toko dan warung menghadirkan beragam menu, mulai dari hidangan Timur Tengah hingga kuliner lokal legendaris. Dilansir dari ngopibareng.id, Selasa, (7/3/2026).

 

Bagi penikmat masakan Timur Tengah, Restoran Noor Ayla menjadi salah satu tujuan favorit. Menu seperti nasi kabsah, briyani, dan mandhi disajikan lengkap dengan pelengkap seperti hummus, roti maryam, dan samosa. Cita rasa rempah yang kuat menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

 

Tak jauh dari sana, Yaman Kuliner menghadirkan hidangan khas Yaman seperti nasi mandi, nasi kabsah, hingga saltah—olahan daging dengan kuah rempah kental yang dikenal sebagai makanan nasional Yaman.

 

 

Sensasi berbeda hadir dari sate domba Afrika yang kini mulai digemari pengunjung. Berbeda dari sate pada umumnya, daging tidak ditusuk, melainkan langsung dibakar di atas bara tempurung kelapa. Penyajiannya pun unik, dipadukan dengan pisang tanduk goreng, meski tersedia juga nasi putih sebagai alternatif.

 

Sementara itu, Gule Maryam H. Safili menawarkan inovasi gulai kambing dengan tambahan kacang hijau. Disajikan bersama roti maryam, menu ini menjadi pilihan menarik bagi pecinta kuliner malam dengan cita rasa gurih dan kaya rempah.

 

Bagi pencinta olahan kambing, Sop Kikil Kambing Pak Ali menyajikan sop kikil dengan kuah kental menyerupai gulai. Selain itu tersedia pula sate kambing, gule, hingga sate ayam yang cocok untuk berbagai selera.

 

Di kawasan Jalan Pegirian, pengunjung juga dapat menemukan Nasi Babat legendaris dengan nasi jagung khas Madura. Lauk yang beragam seperti babat, paru, telur bumbu bali, hingga ikan tongkol memberikan cita rasa gurih yang khas.

 

Untuk pilihan yang lebih sederhana, Depot Madinah menyediakan menu Nusantara seperti nasi goreng, sop, dan nasi campur dengan harga terjangkau, cocok bagi wisatawan yang ingin makan cepat.

 

 

 

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Ampel tanpa membawa oleh-oleh. Jajanan seperti Samosa menjadi favorit wisatawan. Camilan berbentuk segitiga ini berisi daging dan sayuran dengan rasa gurih. Selain itu, Kamir juga banyak diburu. Kue berbahan tepung, telur, dan mentega ini memiliki tekstur lembut dengan variasi rasa seperti pisang atau tape.

 

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk terus membenahi kawasan Ampel agar semakin menarik dan nyaman bagi wisatawan.

 

“Setelah berziarah di Makam Sunan Ampel dan salat di Masjid Agung Ampel, jangan lupa menikmati kuliner khas yang ada di kawasan ini. Mari kita jaga dan rawat bersama Surabaya,” ujarnya.

 

Perpaduan wisata religi dan kekayaan kuliner menjadikan Ampel sebagai destinasi lengkap. Tak hanya menghadirkan ketenangan spiritual, kawasan ini juga memanjakan lidah dengan ragam cita rasa lintas budaya. (ivan)