Sering Ngopi? Ini Batas Aman Konsumsi Kopi agar Kesehatan Mata Tetap Terjaga

kuliner | 15 Juni 2026 16:36

Sering Ngopi? Ini Batas Aman Konsumsi Kopi agar Kesehatan Mata Tetap Terjaga
Dok inside

SURABAYA, PustakaJC.co - Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Dari menemani pekerjaan hingga menjadi teman bersantai, minuman berkafein ini dikonsumsi jutaan orang setiap hari. Namun, di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: apakah terlalu banyak minum kopi dapat memengaruhi kesehatan mata?

 

Salah satu keluhan yang kerap dialami penikmat kopi adalah mata berkedut. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Para ahli menjelaskan bahwa penyebabnya bukan semata-mata karena kopi secara langsung memengaruhi mata. Kafein bekerja sebagai stimulan yang memengaruhi sistem saraf dan dapat memicu berbagai respons tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

 

 

Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan tidur, kelelahan, hingga kecemasan. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor yang paling sering dikaitkan dengan munculnya kedutan pada kelopak mata.

 

Dengan kata lain, mata berkedut lebih sering muncul akibat efek lanjutan dari pola hidup yang terganggu karena konsumsi kafein berlebih, bukan karena kopi secara langsung menyerang kesehatan mata.

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sekitar 400 miligram per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi ukuran standar.

 

Meski demikian, toleransi setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Sebagian orang dapat mengonsumsi beberapa cangkir kopi tanpa masalah, sementara sebagian lainnya sudah merasakan efek samping meski hanya mengonsumsi satu hingga dua cangkir.

 

 

Kandungan kafein dalam kopi juga tidak selalu sama. Secangkir espresso umumnya mengandung sekitar 60 hingga 70 miligram kafein, sedangkan kopi seduh atau drip coffee bisa mengandung antara 80 hingga 120 miligram per cangkir.

 

Karena itu, menghitung asupan kafein harian tidak cukup hanya berdasarkan jumlah cangkir yang diminum, tetapi juga perlu memperhatikan jenis kopi yang dikonsumsi.

 

Selain jumlah, waktu minum kopi juga menjadi faktor penting. Mengonsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi mengganggu kualitas istirahat malam. Kurang tidur merupakan salah satu pemicu utama munculnya mata berkedut.

 

Jika kedutan mata masih terjadi meski konsumsi kopi sudah dalam batas wajar, kemungkinan terdapat faktor lain yang memengaruhi, seperti stres, kelelahan, penggunaan gawai secara berlebihan, atau kekurangan nutrisi tertentu.

 

 

Para ahli mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mata tidak hanya bergantung pada membatasi konsumsi kopi. Pola tidur yang cukup, pengelolaan stres, asupan nutrisi yang seimbang, serta pemeriksaan mata secara berkala juga memiliki peran yang tidak kalah penting.

 

Karena itu, bagi pecinta kopi tidak perlu khawatir berlebihan. Secangkir kopi di pagi atau siang hari masih dapat dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup sehat, selama dikonsumsi secara bijak dan tidak melampaui batas yang dianjurkan.

 

Memahami sinyal yang diberikan tubuh, termasuk ketika mata mulai sering berkedut, menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. (int)