Selain itu, pecel juga tercatat dalam Prasasti Siman dari Kediri tahun 943 Masehi dan kembali disebut dalam Serat Centhini yang menjadi salah satu karya sastra penting Jawa. Catatan tersebut menunjukkan bahwa pecel telah menjadi bagian dari budaya makan masyarakat Nusantara selama lebih dari seribu tahun.
Keberadaan berbagai makanan tradisional tersebut membuktikan bahwa Jawa Timur tidak hanya kaya akan sejarah kerajaan dan budaya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
Di tengah gempuran makanan modern, kuliner-kuliner warisan leluhur tersebut masih tetap bertahan dan menjadi favorit berbagai kalangan. Bukan hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan cerita panjang perjalanan sejarah Nusantara.
(int)