Warisan kuliner berikutnya adalah jadah dan wajik, dua makanan berbahan dasar ketan yang dikenal sejak masa Kerajaan Majapahit. Keduanya disebut dalam Kitab Nawa Suci yang berkembang pada era kejayaan kerajaan yang berpusat di wilayah Trowulan, Mojokerto.
Jadah memiliki cita rasa gurih karena dipadukan dengan kelapa parut, sedangkan wajik dikenal dengan rasa manis legit dari campuran ketan dan gula merah. Kedua makanan tersebut hingga kini masih banyak dijumpai dalam berbagai acara adat dan tradisi masyarakat Jawa.
Sementara itu, pecel menjadi salah satu kuliner tertua yang paling populer hingga sekarang. Makanan berupa sayuran rebus dengan siraman sambal kacang ini disebut dalam Kakawin Ramayana yang ditulis pada abad ke-9 Masehi pada masa Mataram Kuno.