BRIN Kembangkan Tempe Nonkedelai, Berpotensi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

kuliner | 29 Juni 2026 09:05

BRIN Kembangkan Tempe Nonkedelai, Berpotensi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Dok dtfood

SURABAYA, PustakaJC.co – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan inovasi tempe berbahan baku kacang-kacangan lokal sebagai alternatif pengganti kedelai. Inovasi tersebut dinilai berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

 

Periset Postdoctoral Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Ririn Krisnawati, mengatakan tempe nonkedelai sebenarnya telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi fermentasi.

 

"Tempe nonkedelai merupakan bagian dari kearifan lokal yang berkembang di berbagai daerah. Masyarakat telah lama memanfaatkan sumber daya pangan lokal melalui teknologi fermentasi," ujar Ririn, Sabtu (27/6).

Menurutnya, kebutuhan kedelai nasional yang mencapai sekitar 2,8 juta ton per tahun hingga kini masih belum mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga Indonesia masih bergantung pada impor.

"Kondisi ini membuat pasokan dan harga bahan baku rentan terhadap fluktuasi pasar global," katanya.