BANDUNG, PustakaJC.co - Batagor, kuliner legendaris khas Bandung, sukses menyabet peringkat kedua dalam daftar Top 100 Deep-fried Dishes in the World versi TasteAtlas per 15 September 2026. Makanan olahan tahu dan pangsit goreng ini berhasil mengantongi skor 4,4 dari skala 5, sejajar dengan Chikin asal Korea Selatan.
Cita rasa gurih batagor tak lepas dari sejarah panjang dan sentuhan akulturasi budaya. Kudapan ini berakar dari tradisi kuliner Tionghoa yang memadukan teknik pembuatan pangsit dengan selera lokal Indonesia. Jika pangsit ala Tionghoa umumnya dikukus atau direbus, masyarakat Bandung mengolah tahu dan pangsit isi adonan ikan ini dengan cara digoreng. Dilansir dari kompas.com, Rabu, (7/10/2026).
Nama batagor sendiri merupakan akronim dari "baso tahu goreng". Olahan ini mulai populer di Kota Kembang sekitar tahun 1970-an berkat kreativitas pedagang kaki lima. Sosok Haji Isan mencatatkan namanya sebagai salah satu pelopor yang mempopulerkan kudapan ini hingga dikenal luas oleh masyarakat.