SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui Lokakarya Communal Branding. Kegiatan ini fokus pada penguatan sumber daya manusia dan pembangunan ekosistem agribisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ketua Tim Kerja Sub-Substansi Restrukturisasi Usaha, Dhonna Widya Poernamasari, mengatakan lokakarya ini menjadi ruang strategis bagi pelaku koperasi dan UMKM untuk menyusun strategi bersama menghadapi tantangan pasar. Dilansir dari detik.com, Kamis, (27/11/2025).
“Lokakarya ini menjadi ruang penting bagi pelaku koperasi dan UMKM untuk memperkuat strategi branding bersama, terutama di tengah meningkatnya tantangan dan dinamika pasar,” ujar Dhonna di Hotel Santika Premiere Surabaya, Rabu, (26/11/2025).
Ketua Tim Kerja Substansi Pariwisata, Koperasi dan UKM Bappeda Jawa Timur, Nurareni Widiastuti, memaparkan kondisi terkini perekonomian Jatim dan peran besar UMKM agribisnis di dalamnya. Hingga Triwulan II 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 3,09 persen, dengan UMKM menyumbang hampir 40 persen dari total perekonomian.
“Mayoritas pelaku usaha di Jawa Timur, sekitar 90 persen, masih berada pada level usaha mikro. Tantangan utama saat ini adalah mendorong mereka naik kelas melalui penguatan kapasitas, pembiayaan, hingga sertifikasi,” jelas Reni.
Reni menambahkan Jawa Timur memiliki potensi agribisnis besar, seperti jagung, kopi, susu, dan produk peternakan, yang bisa dikembangkan ke sektor hilir, pemasaran digital, hingga peluang ekspor.
“Pengembangan agribisnis ke depan bukan hanya soal hasil panen, tapi membangun ekosistem yang memberi nilai tambah bagi koperasi dan UMKM,” katanya.
Trainer Hearty Service Training, Tutus Wahyu Widagdo, menekankan pentingnya transformasi koperasi melalui peningkatan identitas dan layanan modern.
“Koperasi harus punya ciri khas yang membuatnya dipercaya anggota dan masyarakat. Branding bukan hanya soal logo atau tampilan, tapi bagaimana layanan yang diberikan bisa semakin baik dan konsisten. Gerak selaras artinya koperasi dan anggotanya berjalan bersama dalam satu tujuan dengan standar layanan yang sama dan kualitas terus meningkat,” ujar Tutus.
Diharapkan, wawasan dari lokakarya ini dapat diterapkan oleh peserta sebagai fondasi membangun koperasi dan UMKM Jawa Timur yang modern, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi, terutama melalui agribisnis berbasis komunitas dan jaringan kolektif. (ivan)