SURABAYA, PustakaJC.co - Lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan perencanaan keuangan. Tahun ini, Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 143,91 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan pada periode Idul Fitri 2026. Selasa, (17/3/2026).
Pergerakan manusia dalam skala besar tersebut membuat banyak keluarga harus menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari biaya perjalanan hingga aspek kesehatan selama di perjalanan. Selain itu, perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi juga mulai menjadi bagian dari pertimbangan dalam perencanaan finansial keluarga.
Biaya mudik yang cenderung meningkat setiap tahun turut memengaruhi cara masyarakat mengelola keuangan. Seiring meningkatnya risiko perjalanan selama periode mudik, sebagian keluarga mulai meninjau kembali strategi keuangan mereka agar lebih siap menghadapi kemungkinan tak terduga.
Survei yang dilakukan FWD Group menunjukkan lebih dari 70 persen responden kelas menengah di Asia mengaku mengalami kecemasan terkait kesejahteraan finansial. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat masyarakat dalam menyusun perencanaan keuangan jangka panjang secara lebih matang.
Chief of Agency PT FWD Insurance Indonesia Ang Tiam Kit mengatakan momentum Ramadan sering dimanfaatkan keluarga untuk melakukan refleksi, termasuk terkait kesiapan finansial.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri membuat kebutuhan terhadap perlindungan finansial semakin relevan.
“Ramadan dan Idulfitri adalah momen yang sangat berarti bagi keluarga Indonesia. Di tengah meningkatnya mobilitas dan berbagai persiapan menyambut hari raya, perlindungan jiwa menjadi bagian penting dalam perencanaan keluarga,” ujar Ang dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).
Ia menilai perlindungan finansial dapat membantu keluarga mengantisipasi risiko tak terduga, terutama saat aktivitas perjalanan meningkat.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT FWD Insurance Indonesia melalui unit usaha syariah menghadirkan produk perlindungan jiwa berbasis syariah yang memberikan fleksibilitas dalam perencanaan finansial keluarga.
Produk tersebut menawarkan masa perlindungan hingga 25 tahun dengan manfaat santunan apabila terjadi risiko meninggal dunia selama masa perlindungan, termasuk akibat kecelakaan. Selain itu, tersedia pula manfaat akhir masa asuransi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan keuangan keluarga, seperti pendidikan anak, dana pensiun, rencana ibadah, hingga perencanaan warisan.
Pendekatan berbasis syariah juga menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat yang ingin memastikan pengelolaan keuangan mereka sesuai dengan prinsip keuangan Islam yang transparan dan berkeadilan.
Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perlindungan finansial dinilai mencerminkan perubahan pola pengelolaan keuangan keluarga di tengah dinamika ekonomi serta mobilitas yang semakin tinggi. Momentum Ramadan dan Idul Fitri pun kerap dimanfaatkan banyak keluarga untuk meninjau kembali prioritas keuangan, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun strategi perlindungan finansial jangka panjang. (frcn)