Ia menjelaskan, satu porsi menu Lebaran yang terdiri dari ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan kue kering seperti nastar mengandung sekitar 1.390 kilokalori. Jumlah tersebut hampir setara dengan kebutuhan kalori harian sebagian orang dewasa.
Dari total tersebut, lebih dari 60 persen berasal dari lemak jenuh santan. Sementara itu, kandungan sodium mencapai sekitar 2.035 miligram, mendekati batas konsumsi harian yang direkomendasikan World Health Organization sebesar 2.000 miligram.
Tak hanya tinggi kalori dan garam, menu Lebaran juga minim serat, yakni hanya sekitar lima gram, jauh di bawah kebutuhan harian 25–30 gram. Kondisi ini membuat tubuh sulit mengontrol penyerapan zat gizi secara seimbang.
Tirta menambahkan, ketupat dan lontong memiliki indeks glikemik tinggi (85–90) yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Di sisi lain, lemak jenuh dari santan dapat mengganggu kerja insulin, sedangkan sodium tinggi berpotensi meningkatkan tekanan darah dalam waktu singkat.
“Pasien hipertensi bisa mengalami kenaikan tekanan darah sistolik 5–10 mmHg hanya dalam hitungan jam akibat tingginya asupan garam,” jelasnya.